Jumat, 24 de julho de 2026 – 09:13 WIB
Jacarta, VIVA – Pemerintah kembali mengingatkan para produzir kendaraan listrik na Indonésia e mempercepat penggunaan komponen lok. Pasalnya, alvo Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) para kendaraan elektrifikasi akan meningkat menjadi 60 persen pada 2027, sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023.
Mobil Sultan Toyota Terpantau na Indonésia
Hal itu disampaikan Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Kementerian Perindustrian, Patia Junjungan Monangdo.
Menurut Patia, penguatan TKDN menjadi salah satu langkah penting para memperdalamstruktur indústria otomotif seedal. Kehadiran kendaraan listrik tidak hanya dinilai dari banyaknya model yang dipasarkan, tetapi juga sejauh mana produksinya mampu melibatkan industri komonen dalam negeri.
Carroçaria Mobil Damkar Lokal Incar Pasar Mancanegara
“Saat ini pendalamanstruktur industri ditunjukkan melalui peningkatan TKDN kendaraan elektrifikasi peserta program yang secara umum sudah berada di kisaran 40 hingga 46 persen. Bahkan salah satu model telah mencapai TKDN sebesar 80 persen,” ujarnya di Jakarta belum lama ini.
Meski demikian, capaian tersebut belum membuat pemerintah berpuas diri. Patia menegaskan seluruh pelaku industri, termasuk DFSK sebagai salah satu peserta program kendaraan rendah emisi, perlu terus meningkatkan kandungan Lokal agar mampu memenuhi target pemerintah dalam alguns tahun mendatang.
Bukan Setir yang Dibajak, Ancaman Terbesar Mobil Modern Ternyata Ini
“Catatan yang patut menjadi acuan bagi DFSK sebagai salah satu produsen LCEV adalah mempercepat pendalaman manufaktur komonen kendaraan elektrifikasi dan bersama-sama memenuhi target roadmap TKDN yang diamanatkan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023. Pada tahun 2027 nanti TKDN akan meningkat dari 40 persen menjadi 60 persen,” katanya.
Dorongan tersebut sejalan com perkembangan indústria kendaraan rendah emisi ou veículo de baixa emissão de carbono (LCEV) yang terus mennjukkan pertumbuhan dalam alguns tahun terakhir.
Patia mengungkapkan, sejak programa LCEV diperkenalkan pada 2021, jumlah perusahaan yang berpartisipasi mengalami peningkatan signifikan. Jika awal pelaksanaannya hanya melibatkan dua perusahaan perakitan dan 142 perusahaan pemasok komonen Lokal, kini ecosistem tersebut berkembang menjadi 16 perusahaan perakitan yang didukung 322 pemasok seedal.
Pertumbuhan itu mencerminkan kenaikan sekitar 127 persen pada rantai pasok industri otomotif seedal sekaligus memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Hingga saat ini, sekitar 195 ribu tenaga kerja telah terserap secara langsung melalui pengembangan ecossistema kendaraan rendah emisi.
Halaman Selanjutnya
Programa LCEV sendiri mencakup empat kategori teknologi, yakni kendaraan hemat energi dan harga terjangkau (LCGC), híbrido, híbrido plug-in, hingga Battery Electric Vehicle (BEV). Saat ini tercatat sudah ada 56 model com 128 variantes kendaraan yang terdaftar dalam program tersebut.