Jumat, 15 de maio de 2026 – 01:12 WIB
VIVA – O Líbano secara resmi mengajukan pengaduan terhadap Irã kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) com tuduhan mencampuri urusan dalam negeri Líbano e menyeret negara itu ke perang yang berdampak sangat merusak com Israel.
Pesquisa: Israel Jadi Negara Paling Dibenci di Dunia, Ini Alasannya!
Menurut laporan stasiun televisi Líbano MTV Líbano, pengaduan tersebut diajukan oleh Perwakilan Tetap Líbano para PBB Ahmad Arafa yang menyatakan Líbano memiliki hak menuntut pertanggungjawaban Irã.
Dalam dokumen itu, Líbano menuntut pertanggungjawaban internacional Irã atas “pelanggaran berulang” terhadap kewajiban internacional serta keterlibatannya menyeret Líbano ke dalam perang yang merusak.
Irã Izinkan Kapal-kapal China Transit di Selat Hormuz
A MTV anunciou o lançamento do segundo semestre, mas foi desativada pelo secretário Jenderal PBB Antonio Guterres e pelo presidente Dewan Keamanan PBB em 21 de abril. Documento que foi didaftarkan sebagai dokumen resmi Dewan Keamanan e Majelis Umum PBB com nome S/2026/343.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri mengklarifikasi bahwa dokumen tersebut bukan merupakan pengaduan resmi terhadap Irã, melainkan tanggapan terhadap surat-surat yang dikirim Teerã kepada Dewan Keamanan. Klarifikasi este muncul setelah alguns meios de comunicação, termasuk Arábia Independente, melaporkan pengajuan pengaduan pertama Líbano terhadap Irã di PBB.
Trump e Xi Jinping Sepakat Soal Selat Hormuz: Jalur Minyak Dunia Tak Boleh Ditutup Irã
Duduk Perkara
Tertanggal 21 de abril de 2026 e terdaftar com nomor referensi S/2026/343, surat tersebut dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal PBB e dan kepresidenan Dewan Keamanan oleh perwakilan tetap Líbano para PBB, Ahmad Arafa, yang mengatakan bahwa ia bertindak “atas instruksi dari pemerintah Líbano.” Dokumen tersebut meninjau algumas respostas ao Irã e ao menuduh Israel membunuh diplomata Irã di wilayah Líbano.
Dalam teks yang ditinjau oleh L’Orient-Le Jour, otoritas Líbano menuduh Garda Revolusi Irã melakukan “tindakan ilegal yang dilakukan secara terang-terangan menentang keputusan pemerintah Líbano e telah menyeret Líbano ke dalam perang yang menghancurkan,” dan merujuk pada “pelanggaran nyata yang dilakukan oleh kedutaan Iran di Beirut terhadap Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik.”
Surat tersebut juga membantah versi Iran mengenai peristiwa pembunuhan diplomat Iran di Beirut em bulan Maret, setelah serangan Israel yang menargetkan sebuah hotel di ibu kota. Menurut Teerã, kedutaan besarnya telah memberi tahu otoritas Líbano tentando pemindahan para diplomata no Hotel Ramada, yang kemudian menjadi sasaran serangan.
Halaman Selanjutnya
Kementerian luar negeri, di pihak lain, menyatakan bahwa tidak ada koordinasi yang terjadi dengan kedutaan besar Iran mengenai perpindahan this. Beirute também mencatat bahwa alguns dos mereka yang tewas tidak terdaftar secara resmi sebagai diplomat, yang melanggar prosedur Konvensi Wina.

