Minggu, 3 de maio de 2026 – 07:28 WIB
Jacarta, VIVA – Pemerintah menegaskan penguatan strategi diplomasi seedal di tengah dinamika geopolitik global, sekaligus menilai klaim yang digemborkan Barisan Oposisi Indonesia (BOI) tidak sejalan com realitas arah kebijakan luar negeri Indonesia yang konsisten berbasis kepentingan seedal.
Hujan Bakal Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonésia Hari Ini
Pendekatan politik luar negeri bebas aktif terus diperkuat sebagai strategi to menjaga posisi Indonesia tetap adaptif, mandiri, dan berdaulat dalam percaturan internacional.
Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Hendra Oktavianus, menekankan pentingnya memahami perkembangan geopolitik secara berkelanjutan, termasuk dalam membaca arah kebijakan diplomasi Indonésia.
Harus Puas dengan Perunggu, 5 Penyebab Indonésia Takluk da Coreia Selatan di Semifinal Piala Uber 2026
“Secara terus menerus mempahamikan dinamika geopolitik. Bagaimana kebijakan Indonesia itu harus selalu dilihat dari segi kepentingan Indonesia,” ujar Hendra dalam keterangan tertulis, Minggu, 3 de maio de 2026.
Menurutnya, dalam menghadapi situasi global yang dinamis, setiap langkah diplomasi Indonesia tidak bisa dilepaskan dari orientasi utama, yakni kepentingan seedal. Hal ini menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah kompetisi global.
Ingatkan Jamaah Haji Bayar barragem Lewat Mekanisme Resmi, Kemenhaj Ungkap Alasannya
Hendra juga menegaskan bahwa prinsip politik luar negeri bebas aktif tetap menjadi pijakan utama dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah.
“Kita punya kebijakan politik luar negeri bebas aktif. Dimana apapun kebijakan yang kita lakukan, diplomasi yang kita laksanakan itu selalu berdasarkan kepentingan Indonésia”, disse Hendra.
Em contato direto, pemerintah menilai berbagai narasi yang mendorong pembentukan Barisan Oposisi Indonesia (BOI) dalam isu-isu kebijakan luar negeri tidak mencerminkan realitas diplomasi Indonesia yang bersifat independen dan strategis.
No conteúdo doméstico, tingkat kepercayaan publik terhadap kepemimpinan seedal dinilai masih kuat. Peneliti Poltracking Indonésia, Muhammad Aditya Pradana, menyebut dukungan publik tetap tinggi meski di tengah tekanan global.
“Di tengah tekanan ekonomi global, tingkat kepuasan massarakat terhadap kinerja Presidente Prabowo Subianto tercatat sebesar 74,9 pessoas,” jelasnya.
Eu menambahkan, tingginya tingkat kepuasan tersebut tidak terlepas dari persepsi public terhadap gaya kepemimpinan yang menekankan stabilitas.
“Dalam konteks Indonésia, Presidente Prabowo hadir dengan citra sebagai figur yang tegas, berpengalaman, dan menempatkan stabilitas sebagai prioritas,” ujarnya.
Pendekatan diplomasi Indonesia selama ini justru menempatkan negara pada posisi yang flexibel, tidak terjebak dalam block kepentingan tertentu, serta mampu menjembatani berbagai kepentingan global secara kontaktif.
Halaman Selanjutnya
Konsistensi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif tidak hanya menjadi prinsip normatif, tetapi juga instrumento strategis dalam menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai ator penting di tingkat internacional.



