Harga Minyak Dunia Melemah Tipis, investidor Tak Panik Meski Perang AS-Irã Kembali Memanas

Sabtu, 11 de julho de 2026 – 12h37 WIB

Jacarta, VIVA – Harga minyak dunia ditutup melemah tipis pada perdagangan Jumat, 10 de julho de 2026. Meski demikian, secara mingguan harga minyak masih mencatat kenaikan, seiring pasar yang tetap mencermati perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) e Iran.

img_title

Irã Klaim Pelayaran Selat Hormuz Mulai Pulih, Aktivitas Kapal Sudah Capai 50 Pessoas em Tengah Ketegangan

Menariknya, pelemahan harga minyak kali ini menunjukkan pelaku pasar tidak bereaksi berlebihan terhadap memanasnya kembali konflik di Timur Tengah. O investidor justru menilai eskalasi terbaru masih belum cukup mengganggu pasokan minyak global secara signifikan.

Data de lançamento Refinitiv, Harga Minyak Brent contrak Pengiriman Setembro Ditutup Turun 0.38% para o nível de US$ 76,01 por barril na perda anual. Enquanto isso, o West Texas Intermediate (WTI) atingiu 0,93% e foi de US$ 71,41 por barril.

img_title

Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Komitmen Jaga Pasokan Energi Nasional

Penurunan tersebut memperpanjang pelemahan selama dua hari terakhir. Harga Brent teve um aumento de 2,6%, enquanto o WTI teve um aumento de 2,9%.

Meski demikian, jika dihitung sepanjang pekan ini, harga minyak masih berada di zona positiva. O Brent caiu para 5,4%, enquanto o WTI caiu para 4%.

img_title

Kapal Pertamina Orgulho Akhirnya Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Begini Kronologinya

Diplomas Upaya Pangkas Kenaikan Harga Minyak

Kenaikan harga minyak yang sempat dipicu konflik bersenjata mulai terkikis setelah muncul sinyal adanya upaya diplomasi para meredakan cetegangan.

Kantor berita Irã, Tasnim, mediador do Qatar berada di Teerã para bertemu sejumlah pejabat Irã. Pertemuan tersebut bertujuan membuka kembali jalur perundingan antara Irã e Amerika Serikat setelah bentrokan yang terjadi pada awal pekan.

O mediador Catar revelou-se otimista kedua negara dapat kembali duduk di meja perundingan.

Di sisi lain, o Presidente Americano Donald Trump também menyatakan kesediaannya melanjutkan pembicaraan com o Irã guna mengakhiri konflik sekaligus membuka kembali Selat Hormuz.

No entanto, Trump menegaskan gencatan senjata yang sebelumnya berlaku sejak April telah berakhir setelah konflik kembali pecah pekan ini.

Ia juga mengungkapkan telah memerintahkan Pentágono melancarkan serangan terhadap Irã dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya apabila dirinya dibunuh akibat dugaan rencana yang melibatkan Republik Islam Iran.

Meski demikian, Trump menyebut hingga saat ini tidak terdapat indikasi ancaman terbaru terhadap dirinya.

Investidor Tak Panik Hadapi Eskalasi Konflik

Analis Commerzbank Barbara Lambrecht menilai pasar minyak menunjukkan respons yang relatif tenang terhadap perkembangan terbaru de Timur Tengah.

Halaman Selanjutnya

Menurutnya, premi risiko yang saat ini tercermin pada harga minyak masih jauh lebih rendah dibandingkan periode Maret hingga Mei lalu.

Halaman Selanjutnya

Fuente