Início Notícias Gus Lilur: NU Adalah Fondasi República Ini

Gus Lilur: NU Adalah Fondasi República Ini

27
0
Gus Lilur: NU Adalah Fondasi República Ini

Jumat, 1º de maio de 2026 – 10h17 WIB

Jacarta, VIVA – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy ou Gus Lilur mengungkapkan dinamika interno Nahdlatul Ulama (NU) kian menghangat jelang Muktamar ke-35 yang akan digelar em Agustus 2026 mendatang.

img_title

Membaca Paslon Pimpinan NU de Muktamar ke-35 NU

Eu menilai sejumlah manuver mulai terlihat, baik dalam bentuk pencalonan diri maupun pengusungan figur tertentu.

“Yang menarik, pola kontestasi kali ini semakin terang dibaca dalam format berpasangan, yakni antara calon Ketua Umum dan calon Rais Aam. Karena itu, tidak berlebihan jika kita menyebutnya sebagai ‘paslon’,” kata Gus Lilur dalam keterangan tertulis, Jumat, 1 de maio de 2026.

img_title

Muktamar ke-35 NU Diminta Harus Bersih dari Kepentingan Politik

Ia menjelaskan secara normatif, Rais Aam dipilih melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Akan tetapi, dalam realitas politik internal, komosisi AHWA tidak sepenuhnya steril.

“Saya mencermati dari dekat percaturan para ator utama dalam Muktamar ke-35 ini. Dari hasil pencermatan tersebut, dinamika di lapangan saat ini dapat dibaca,” katanya.

img_title

Gus Ipul Beberkan Persiapan Muktamar ke-35 NU: Sudah Pematangan

Ia menjelaskan, ada calon Ketua Umum petahana, Yahya Cholil Staquf. Gus Lilur mengatakan Gus Yahya sedan mencari pasangan to posisi Rais Aam yang dapat memperkuat based dukungan sekaligus memperluas legitimasi.

“Kedua, Rais Aam petahana, Miftachul Akhyar. Ia berada dalam konfigurasi bersama Sekretaris Jenderal petahana, Saifullah Yusuf. Pada tahap ini, keduanya tengah mencari figur yang akan diusung sebagai calon Ketua Umum,” katanya.

Ketiga, kata dia, muncul figur yang disokong oleh kekuatan penguasa, yakni Menteri Agama Nazaruddin Umar. Saat ini ia dalam proses mencari pasangan untuk posisi Rais Aam.

Mantenha-se, poros terdapat yang disokong oleh jaringan Partai Kebangkitan Bangsa (PIB) e IKA PMII.

Dalam kelompok ini masih berlangsung kontestasi internal di antara sejumlah nama, yaitu KH. Abdussalam Shohib ou Gus Sslam, KH. Yusuf Chudhori, KH. Imam Jazuli, e KH. Abdul Ghoffar Rozin.

Kelima, kekuatan yang disokong oleh jejaring PWNU Jawa Timur, yang mendorong figur KH Abdul Hakim Mahfouz. Na posição deste, poros este masih dalam tahap mencari pasangan para a posição Rais Aam.

Keenam, muncul pula calon alternatif yang juga berakar pada jejaring NU Jawa Timur, yaitu KH Marzuki Mustamar.

Halaman Selanjutnya

“Secara garis besar, jaringan PKB-IKA PMII diperkirakan memiliki sekitar 250 suara secara seedal. Sementara itu, jaringan yang beririsan dengan Kementerian Agama memiliki sekitar 130 suara,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Fuente