Rabu, 8 de julho de 2026 – 18h44 WIB
América Serikat, VIVA – O Presidente Americano Serikat (AS) Donald Trump menyatakan nota kesepahaman (Memorando de Entendimento/MoU) que sebelumnya menjadi dasar penghentian konflik antara Amerika Serikat e o Irão diyakini sudah tidak lagi berlaku. Pernyataan itu disampaikan setelah kembali terjadi serangan di kawasan Teluk yang memicu meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Donald Trump Tegaskan Gencatan Senjata com o Irã Sudah Berakhir, Singgung Serangan Balasan de Timur Tengah
Menurut Trump, perkembangan terbaru tersebut menunjukkan bahwa upaya perdamaian yang sebelumnya disepakati tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya. Ia bahkan menilai proses diplomasi yang telah dilakukan menjadi sia-sia setelah konflik kembali memanas.
Pernyataan Trump menjadi sinyal kuat bahwa kesepakatan yang sempat membuka jalan bagi berakhirnya perang antara Washington e Tehran kini berada di ambang keruntuhan.
AS Kembali Serang Irã, Sebut untuk Balas Penembakan Kapal di Selat Hormuz
Trump Nilai Kesepakatan Perdamaian Tidak Lagi Berjalan
Comentário Trump muncul setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait pada Rabu, 8 de julho de 2026.
Presidente FIFA Akhirnya Mengaku Ditelepon Donald Trump soal Kartu Escândalo Merah Striker Amerika
Mais tarde, Trump disse que a situação seria melhor. Eu menilai kesepakatan yang sebelumnya diharapkan mampu menjaga perdamaian justru tidak bertahan lama.
Saat berbicara pada pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi NATO di Turki, Trump mengatakan Iran telah melanggar gencatan senjata, termasuk dengan menargetkan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Trump também menyampaikan bahwa Amerika Serikat telah menghabiskan banyak waktu untuk berdiplomasi dengan Iran, namun menurutnya upaya tersebut kini tidak lagi membuahkan hasil.
Ia menegaskan lebih memilih focus pada kepentingan negaranya dibandingkan terus melanjutkan proses diplomasi yang dinilai tidak berjalan sesuai harapan.
Serangan Baru Picu Ketegangan Kembali
Di sisi lain, IRGC menyatakan pihaknya telah melaksanakan operasi gabungan menggunakan rudel dan pesawat nirawak ou drone yang menyasar 85 lokasi yang disebut sebagai fasilitas militr penting milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Menurut IRGC, sasaran serangan meliputi Pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS no Bahrein serta Pangkalan Udara Ali Al Salem no Kuwait.
O Irã menyebut operasi tersebut merupakan respons awal atas serangan udara Amerika Serikat yang sebelumnya menghantam sejumlah wilayah di selatan Irã, dekat Selat Hormuz, pada Selasa malam, 7 de julho de 2026.
Halaman Selanjutnya
Irã Sebut Serangan AS Langgar Gencatan Senjata