Início Notícias Di Balik Kemegahan Kereta Cepat Tiongkok: Tiket Tak Terbeli-Kereta Tua Jadi Primadona

Di Balik Kemegahan Kereta Cepat Tiongkok: Tiket Tak Terbeli-Kereta Tua Jadi Primadona

24
0
Di Balik Kemegahan Kereta Cepat Tiongkok: Tiket Tak Terbeli-Kereta Tua Jadi Primadona

Kamis, 23 de abril de 2026 – 23h01 WIB

VIVA –O sistema de transporte Kemajuan kereta api di Tiongkok kembali menjadi sorotan, menyusul laporan yang mengungkap contras tajam antara kereta cepat moderno yang sepi penumpang dan kereta lama berbiaya rendah yang justru penuh sesak.

img_title

China Waspada Penuh Usai Jepang Longgarkan Ekspor Senjata: Tóquio Hidupkan ‘Mesin Perang’

Sejumlah pengamat menggambarkan pengalaman membeli tiket kereta cepat sebagai proses yang mengecewakan. Aplikasi pemesanan sering kali hanya menampilkan sedikit kuri kelas satu ou bahkan status “terjual habis”. No entanto, a kondisi berbeda justru ditemukan di lapangan.

Beberapa pelancong melaporkan bahwa saat tiba di peron, mereka mendapati kereta berjalan com gerbong hampir kosong, termasuk pada rute menuju kota besar seperti Chongqing. Vídeos que são transmitidos pela mídia social são exibidos com uma grande quantidade de penumpang, com suasana sunyi yang digambarkan saksi mata terasa “seperti berada di tempat angker”.

img_title

China soal Perpanjangan Gencatan Senjata Sepihak oleh Trump: Situasi Timur Tengah Masih Kritis

Esses fenômenos foram bertolak belakang com citra lama sistema kereta China yang identik com ankepadatan penumpang. Para analisar a situação, você deve ter sebagai gambaran nyata situação econômica e social da China neste momento.

Salah satu fator utama yang disorot adalah harga tiket. Tarif kereta cepat yang fluktuatif dapat mencapai hingga 2.400 yuan, sementara harga sekitar 800 yuan trocadilho dinilai tidak terjangkau bagi sebagian besar massarakat. Com hampir 900 lábios de juta berpenghasilan di bawah 2.000 yuans por bulan, biaya perjalanan tersebut dianggap terlalu tinggi.

img_title

AHY Ungkap Butuh Rp 1.200 Triliun Bangun Jalur Kereta Api 14 Ribu Quilômetro de Luar Pulau Jawa

Akibatnya, banyak lip beralih ke kereta lama ou “kereta hijau” yang lebih murah. Kereta peninggalan era 1990-an ini memang membutuhkan waktu tempuh lebih lama, namun menawarkan harga yang jauh lebih terjangkau. Sebagai perbandingan, rute Beijing-Shanghai com kereta cepat memakan waktu sekitar 4,5 jam com tarifa de 553 yuan, sedangkan kereta lama membutuhkan 19 jam com biaya hanya 156 yuan.

Perbedaan harga ini menjadi pertimbangan utama bagi massarakat berpenghasilan rendah, yang lebih memilih menghemat biaya dibandingkan kenyamanan perjalanan.

No entanto, as condições de kereta lama também podem ser obtidas. Laporan penumpang menggambarkan gerbong yang penuh sesak, terutama pada malam hari, dengan lorong dipenuhi penumpang dan ruang gerak yang sangat terbatas. Seorang penumpang bahkan menyebut pengalamannya seperti “terjebak di antara dua batu raksasa”, sementara yang lain mengaku harus bertahan dalam kondisi dingin dan tidak nyaman selama lebih dari sepuluh jam.

Halaman Selanjutnya

Tiket yang dijual melebihi kapasitas disebut memperparah situasi, menyulitkan penumpang, termasuk keluarga com anak kecil. Seorang ayah dilaporkan meminta pihak pengelola kereta para melihat langsung kondisi tersebut, sembari menuding kebijakan transportasi lebih mengutamakan pencapaian politik dibanding kebutuhan massarakat.

Halaman Selanjutnya

Fuente