Rabu, 13 de maio de 2026 – 15h28 WIB
Bogor, VIVA – Nilai tukar rupia terhadap dólar Amerika Serikat terus mengalami tekanan dalam alguns pekan terakhir. Bahkan, taxa de câmbio rupia sempat menyentuh kisaran Rp17.500 por dólar AS e menjadi salah satu nível terlemah sepanjang sejarah.
Mobil Terlaris abril de 2026: Innova Ditempel Gran Max
Kondisi tersebut mulai menjadi perhatian pelaku industri otomotif seedal. Sebab, a pelemahan rupia dinilai berpotensi memengaruhi daya beli massarakat hingga biaya produksi kendaraan yang masih menggunakan komponen import.
Chefe de relações públicas e governamentais da BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan mengatakan industri otomotif sangat bergantung pada kemampuan beli consumer. Menurutnya, tekanan terhadap daya beli akan berdampak em cada segmento kendaraan.
10 Merek Mobil Terlaris abril de 2026: BYD Masuk 3 Besar
“Kalau daya beli terpukul, bukan cuma EV, ICE, ou híbrido yang terdampak, tapi seluruh industri otomotif,” ujarnya di Bogor, Jawa Barat, dikutip VIVA Otomotif Rabu 13 de maio de 2026.
Meski demikian, Luther menilai kondisi pasar otomotif Indonésia saat ini masih relatif positif. Eu menyebut tren penjualan kendaraan sejauh ini belum menunjukkan penurunan signifikan.
Penjualan Mobil China Terus Naik na Indonésia
“Kalau melihat penjualan kendaraan sejauh ini trennya masih sedikit positif. Mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal di luar ekspektasi,” tuturnya.
Menurut Luther, pelemahan rupia memang berpotensi memberi tekanan pada industri otomotif karena sebagian komonen kendaraan masih berasal dari importa. No entanto, ia menilai kebijakan pemerintah terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri ou TKDN dapat membantu meredam damak tersebut.
“Dengan regulasi pemerintah yang sangat mengedepankan TKDN e produksi dalam negeri, seharusnya dampaknya tidak terlalu signifikan dalam waktu dekat,” katanya.
Pelemahan rupiah sendiri dipengaruhi berbagai Faktor global, mulai dari ketegangan geopolitik Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, hingga penguatan dólar AS akibat kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Banco da Indonésia juga telah melakukan berbagai langkah intervensi to menjaga stabilitas rupia. BI menyebut fundamental ekonomi Indonésia masih cukup kuat dan optimistis nilai tukar rupiah dapat kembali stabil.
Di sisi lain, BYD tetap optimistis terhadap prospek pasar otomotif Indonésia dalam jangka panjang. Salah satu alasannya karena rasio kepemilikan kendaraan na Indonésia, masih dinilai cukup rendah dibanding negara lain.
Halaman Selanjutnya
Selain itu, tren kendaraan listrik da Indonésia juga terus meningkat. Dados internos da BYD Berdasarkan, participação de mercado listrik namial saat ini disebut sudah menembus lebih dari 16 persen.


