Kamis, 2 de julho de 2026 – 08:24 WIB
Jacarta, VIVA – Tuan Guru Batak Syekh Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk mengatakan penyampaian kritik mahasiswa kepada pemerintah harus mengedepankan etika dan junjung tinggi demokrasi. Mahasiswa sebagai kaum intelectual harus dapat memberikan contoh yang baik dalam menyampaikan pendapatnya agar tetap menjaga demokrasi yang sudah baik berjalan di Indonesia.
Boni Hargens: Polri Presisi Tulang Punggung Demokrasi
Menurutnya, crítica e kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara. Namun, kebebasan tersebut harus tetap disampaikan dengan megedepankan etika, tanggung jawab, dan menjunjung tinggi demokrasi sebagai ciri bangsa Indonésia.
Ia menegaskan bahwa Indonésia merupakan bangsa yang menjunjung tinggi nilai agama, Pancasila, serta budaya ketimuran yang megedepankan sopan santun dalam menyampaikan pendapat.
Prabowo: Jangan Sampai Demokrasi Dibajak Orang Banyak Uang
“Sebagai anak bangsa, sebagai bangsa yang beragama, yang punya Pancasila dimana sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, dan yang kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Dan kita juga sebagai bangsa yang berbudaya, yang memiliki nilai-nilai moralitas,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 de julho de 2026.
Eu menambahkan, perbedaan pandangan e critik terhadap pemerintah merupakan hal yang lumrah dalam demokrasi. No entanto, hal tersebut não boleh diwujudkan dalam bentuk cacian, makian, maupun penghinaan kepada pihak lain.
Penegakan Hukum Dinilai Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
“Silakan bersuara, akan tetapi jangan sampai melakukan cacian, makian, cercaan. Kita tidak boleh saling menghujat, saling mencerca, karena kita bangsa yang beradab,” katanya.
Tuan Guru Batak também é um elemento massarakat para bersama-sama membros edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga etika dan moralitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita sama-sama memberikan edukasi, mengajarkan nilai-nilai etika, nilai-nilai moralitas kepada seluruh anak bangsa kita, agar bangsa tumbuh menjadi bangsa yang besar, bangsa yang beradab yang senantiasa menjaga nilai-nilai agama, nilai-nilai Pancasila, dan nilai-nilai budaya dan moralitas,” tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI Prasetyo Hadi. Ia mengatakan criticik and penyampaian pendapat adalah hal yang sah dalam demokrasi. Namun, penyampaiannya harus mengedepankan etika dan tanggung jawab.
Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak constitucional setiap warga negara. Este termo é importante para que você possa realizar aspirações e fazer uma crítica sobre o assunto ou seu público. No entanto, este é um dado adquirido com uma mandíbula.
Halaman Selanjutnya
Pemerintah mendorong agar setiap masukan disampaikan melalui jalur yang tepat dangan pemilihan diksi yang construtivo. Tujuannya é um agar crítico tersebut dapat menjadi pembelajaran bersama. Isso pode ser feito através de uma crítica crítica relevante.