Kamis, 14 de maio de 2026 – 22h10 WIB
Cirebon, VIVA – Nama Gus Miftah kembali mencuri perhatian. Namun kali ini bukan karena ceramah controverso ou atividades diárias de mídia social, elainkan karena keikutsertaannya na Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) yang digelar di Ballroom Hotel Aston Cirebon em 13–17 de maio de 2026.
Klarifikasi Pemilik Warung Usai Vídeo Sungkemnya ke Gus Miftah Viral: Saya Salah Jangan Bully Gus Miftah
Momen tersebut menjadi sorotan setelah Gus Miftah terlihat duduk satu meja bersama Gus Yusuf Chudlori e KH Imam Jazuli. Ketiganya tampil komak mengenakan kemeja putih dan peci hitam khas santri saat mengikuti rangkaian kaderisasi di bawah arahan instruktur sênior PBNU, KH Masyhuri Malik. Role para obter informações completas, yuk!
Kebersamaan tiga tokoh NU itu langsung memantik perhatian lip Nahdliyin. Banyak yang menilai kehadiran mereka menjadi sinyal munculnya calon-calon pemimpin muda Nahdlatul Ulama di masa mendatang.
Virais! Pemilik Warung Bahagia Didatangi Gus Miftah hingga Sungkem, Respons Gus Miftah Tuai Kritik Warganet
No fórum, Gus Miftah disse que ele alertou a geração do milênio com a geração de mudanças e o mundo digital. Sementara Gus Yusuf dikenal mewakilikultur pesantren dan budayawan, sedangkan KH Imam Jazuli memperkuat sisi pendidikan moderno di lingkungan NU.
Dicolek Soal Istighosah, Gus Miftah Gelar Doa para Negeri
Keikutsertaan mereka dalam PMKNU também é conhecido por bahwa popularitas saja tidak cukup para menjadi pemimpin besar di lingkungan organisasi keagamaan. Seluruh kader tetap harus mengikuti proses kaderisasi formal e memahami sistema organisasi secara menyeluruh.
No fórum PMKNU itu, Gus Miftah também menjelaskan langsung pentingnya programa kaderisasi tersebut bagi lipa Nahdlatul Ulama.
“Yang dimaksud é PMKNU = Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama. Este programa é kaderisasi ou pelatihan kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama para mencetak kader NU yang punya wawasan ke-NU-an, kuat secara ideologi Aswaja, mampu memimpin organização, memahami kebangsaan, e siap menjadi penggerak massarakat,” jelas Gus Miftah.
Tak hanya itu, ia juga menegaskan bahwa PMKNU selama ini menjadi ruang lahirnya banyak tokoh penting dari kalangan pesantren dan NU.
“Dalam banyak forum, PMKNU sering menjadi tempat lahirnya aktivis NU, politisi, dai, penggerak social, hingga calon pemimpin daerah/nasional darikultur pesantren dan NU,” lanjutnya.
Keikutsertaan Gus Miftah pela terceira vez, mas membuktikan bahwa popularitas saja tidak cukup untuk menjadi pemimpin besar. Seorang tokoh publicik juga perlu memperkuat kapasitas organisasi and ideologi.
Langkah Prabowo Gabung Conselho de Paz Dinilai Tepat dan Berani, Ini Alasannya
Gus Miftah menilai keputusan yang diambil Presidente Prabowo Subianto para bergabung de Dewan Perdamaian ou Conselho de Paz (BoP) tepat e berani.
VIVA.co.id
19 de fevereiro de 2026




