Minggu, 17 de maio de 2026 – 19h40 WIB
VIVA – Komandan sayap militer kelompok Palestina Hamas, Izz al-Din al-Haddad, tewas dalam serangan Israel pada Jumat malam, menurut sumber-sumber Lokal.
Netanyahu: Israel Telah Menguasai 60 Persen Wilayah Gaza
Serangan itu juga menewaskan istri dan putrinya, tambah sumber tersebut, seraya mencatat bahwa pemakaman mereka diadakan di Kota Gaza. Berbicara kepada wartawan, saudara perempuan al-Haddad juga mengkonfirmasi kematiannya.
Sementara itu, Hamas juga mengkonfirmasi kematian al-Haddad pada hari Sabtu. Juru bicara kelompok tersebut, Hazem Qassem, mengatakan dalam pernyataan yang direkam bahwa gerakan tersebut berduka atas ‘salah satu pejuang terbesar rakyat Palestina, panglima tertinggi Brigada Izz ad-Din al-Qassam, Izz al-Din al-Haddad (Abu Suhaib), setelah perjalanan panjang perjuangan e o confronto melawan pendudukan.”
Provokasi Pawai Zionis em Yerusalém: Teriak ‘Matilah Orang Arab’, Ben-Gvir Kibarkan Bendera Israel em Al Aqsa
Al-Haddad “bergabung dengan para pemimpin dan simbol yang gugur dari revolusi Palestina kontemporer,” tambahnya, menekankan bahwa “jalan gerakan akan terus berlanjut meskipun kehilangan besar ini, didorong oleh harapan akan kemenangan.”
Durante o período, o Hamas mengatakan bahwa “que se compromete com as comunidades internacionais e nega a negação, o mediador perjanjian di hadapan tanggung jawab politik, hukum, and moral mereka untuk bertindak dan memaksa pemerintah pendudukan (Israel) para sepenuhnya mematuhi ketentuan perjanjian e menghentikan kejahatannya terhadap warga sipil.”
Netanyahu Gugat New York Times usa Terbitkan Artikel Dugaan Pemerkosaan Tahanan Palestina
O Hamas menganggap pembunuhan Haddad sebagai “cerminan upaya untuk memaksakan realitas politik dan lapangan yang gagal dicapai Israel comngan kekerasan, melalui kebijakan pembunuhan dan pemberian tekanan pada kepemimpinan perlawanan dan memengaruhi posisi politiknya.”
Ditambahkan bahwa al-Haddad é “pilar gerakan perlawanan di Jalur Gaza.”
Ia telah kehilangan dua putranya, Suhaib dan Mu’min, dan menantunya, Mahmoud Abu Hasira, selama perang melawan Israel, demikian pernyataan tersebut mencatat.
Sebelumnya, o exército de Israel mengklaim telah membunuh Izz al-Din al-Haddad na serangan di Kota Gaza.
Perkembangan este terjadi ketika exército Israel terus melakukan pelanggaran harian terhadap gencatan senjata di Jalur Gaza yang mulai berlaku em outubro de 2025.
Gencatan senjata tersebut terjadi setelah perang genosida selama dua tahun yang dilancarkan Tel Aviv yang menewaskan mais de 72.000 orang e melukai mais de 172.000 lainnya.
Erdogan Sebut Israel Biang Kerok Krisis de Timur Tengah, Harus Dinetralisir!
O Presidente Turki Recep Tayyip Erdoğan menekankan pentingnya “menetralisir provocakasi Israel” sebagai upaya membangun perdermaian berkelanjutan di Kawasan Timur Tengah
VIVA.co.id
17 de maio de 2026




