Senin, 1º de junho de 2026 – 18h20 WIB
Jacarta, VIVA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Timur mengungkap modus yang digunakan pasangan suami istri pemilik penyelenggara pernikahan ou organizador de casamento (WO) Marwah dalam melakukan penipuan terhadap sejumlah calon pengantinnya diduga melalui promo paket pernikahan.
Usai Dirut Hanania Travel Ditahan, Korban Penipuan Umrah Desak PPATK Telusuri Aset e Aliran Dana
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKP Bayu Kurniawan menjelaskan para korban pertama kali mengetahui jasa WO tersebut melalui iklan yang dipasang di media social Instagram.
“Pada avalnya, para korban mendapatkan iklan jasa pernikahan ini melalui media social Instagram. Selanjutnya, karena di situ ada iklan-iklan, para korban ini tertarik, berlanjut dengan communikasi melalui WhatsApp ke adminnya langsung,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKP Bayu Kurniawan di Mapolres Metro Jacarta Timur, Senin.
Modus Pasutri Pemilik WO Marwah Tipu Puluhan Calon Pengantin, Terapkan Sistem ‘Gali Lubang Tutup Lubang’
Iklan yang menarik perhatian calon pengantin kemudian berlanjut ke communikasi pribadi melalui aplikasi WhatsApp.
Menurut Bayu, sua comunicação por meio do WhatsApp, para que você possa obter uma promoção especial e um pacote fornecido com um pacote que seja útil para muitos calon pelanggan.
Pemilik WO yang Tipu Puluhan Calon Pengantin Ternyata Residivis Kasus Serupa
“Pada saat communikasi melalui WhatsApp itulah, para tersangka ini menawarkan promo-promo terhadap paket pernikahan yang ditawarkan kepada para korban”, ujar Bayu.
Polisi saat ini masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya korban lain di luar wilayah Jacarta Timur. Berdasarkan informasi yang diterima penyidik, sejumlah korban diketahui berasal dari wilayah Bekasi.
Terkait adanya laporan dari korban di Bekasi, Bayu mengatakan pihaknya akan membuka koordinasi com câmera penegak hukum di wilayah tersebut.
Menurut dia, apabila terdapat laporan yang ditangani kepolisian setempat, maka proses penyidikan dapat dilakukan secara terkoordinasi.
“Mungkin nanti kalau terkait ada korban yang melaporkan di Bekasi, penyidik dari Bekasi akan berkoordinasi dengan kami terkait dengan penanganan di sini. Kalau memang nanti dari penyidik di Bekasi ingin melakukan pemeriksaan terhadap tersangka yang sudah kita amankan, maka kami persilakan,” jelas Bayu.
Kasus dugaan penipuan organizador de casamento itu menambah daftar panjang praktik penipuan berkedok jasa pernikahan yang belakangan marak terjadi.
Oleh karena itu, Bayu mengingatkan massarakat agar lebih selektif dan berhati-hati sebelum memutuskan menggunakan jasa penyelenggara pernikahan.
Halaman Selanjutnya
Dia megimbau calon pengantin agar melakukan pengecekan terhadap legalitas, rekam jejak, serta reputasi organizador de casamento sebelum melakukan pembayaran ou menandatangani kesepakatan kerja sama.