Selasa, 30 de junho de 2026 – 19h31 WIB
VIVA – Brasil nyaris tersandung di rintangan pertama fase gugur Piala Dunia 2026. Tertinggal do Japão hingga turun minum, tim Samba berada di bawah tekanan besar. No entanto, satu hal yang tidak berubah adalah ketenangan pelo Brasil, Carlo Ancelotti.
Ngamuk! Julian Nagelsmann Sebut VAR Scandal usai Jerman Disingkirkan Paraguai
Pelatih asal Italia é sama sekali tidak panic. Alih-alih melontarkan instruksi com nada tinggi, Ancelotti justru menanamkan keyakinan kepada para pemainnya bahwa gol akan data jika mereka tetap menjalankan rencana permainan.
Hasilnya berbicara sendiri. Brasil bangkit pada babak kedua e dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 2-1 untuk memastikan tiket ke babak 16 besar. Gabriel Martinelli, perubahan terbesar bukanlah soal taktik, melainkan kepercayaan diri yang diberikan cantou pelatih saat jeda pertandingan.
Ditanya Soal Kemungkinan Melatih Jerman Menggantikan Nagelsmann, Klopp Malah Beri Isyarat Begini
“Ancelotti benar-benar sosok yang luar biasa”, disse Gabriel Martinelli.
“Saat turun minum, dia memberi kami kepercayaan diri. Dia mengatakan kami akan mencetak gol dan membalikkan keadaan. Tidak masalah kapan gol itu data. Kami merasakan ketenangannya. Itu membuat kami lebih rileks,” lanjutnya.
Jerman Dipermalukan Paraguai, Joshua Kimmich Murka: Kami Memang Pantas Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Sosok Carlo Ancelotti selama bertahun-tahun memang dikenal sebagai pelatih dengan kemampuan luar biasa mengendalikan tekanan di pertandingan-pertandingan besar. Pelatih berusia 67 tahun itu mengaku tidak pernah merasa timnya kehilangan arah meski tertinggal lebih dulu.
“Kami não kehilangan kesabaran. Sebenarnya kami sudah bermain dengan baik sejak babak pertama. Di babak kedua, kami lebih sering mengirim umpan silang ke kotak penalti. Kami punya banyak opsi, baik di lapangan maupun di bangku cadangan. Jepang bukan lawan yang mudah, mereka sangat terorganisasi dan bermain dengan intensitas tinggi”, ujar pelatih Brasil Carlo Ancelotti.
Menurutnya, yang paling menentukan justru kekuatan mental for pemain ketika menghadapi situasi sulit.
“Dalam sepak bola, Anda pasti melakukan kesalahan. Mustahil bermain tanpa membuat kesalahan karena tidak ada manusia yang sempurna. Tetapi kami tahu bagaimana caranya terus melangkah. Itulah yang dilakukan tim dengan sangat baik pada babak kedua,” Ancelotti ucap.
“Tak seorang trocadilho berpikir kami akan gagal mencetak gol. Fator mental sangat penting.
Halaman Selanjutnya
O jogador que acertou Ancelotti foi o que ele fez com o menarik Lucas Paquetá, que cedeu e derrotou Endrick. Pergantian itu membuat lini depan Brasil lebih hidup saat menghadapi pertahanan rapat Jepang.