Rabu, 27 de maio de 2026 – 00:10 WIB
VIVA –Pemimpin tertinggi Irã, Mojtaba Khamenei mengatakan bahwa negara-negara di Timur Tengah tidak akan lagi menjadi ‘tameng’ bagi militer Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan Mojtaba melalui pesan tertulis yang disiarkan television perintah Iran Selasa waktu setepat.
disiarkan televisi pemerintah Irã.
Tegas! Irã Ancam Balas Pelanggaran Wilayah Udara dari AS
“Yang pasti dalam hal ini adalah roda waktu tidak akan berputar uniform, dan bangsa-bangsa serta wilayah di Kawasan ini tidak akan lagi menjadi pelindung bagi pangkalan-pangkalan Amerika,” kata dia dalam pesan untuk memperingati Hari Raya Idul Adha dikutip dari laman CNA News, Rabu 27 Mei 2026.
Pemimpin tertinggi Iran itu juga menyebut bahwa saat ini Amerika Serikat kini semakin kehilangan pijakan di kawasan. Menurutnya, selain tidak lagi memiliki tempat aman di Kawasan untuk melakukan agresi maupun membangun pangkalan milite, posisi Amerika juga terus melemah dari hari ke hari.
Tiba di Qatar, Delegasi Iran Negosiasi Akhiri Perang e Pencairan Dana yang Dibekukan AS
Pernyataan tersebut muncul ketika Irã e América Serikat masih terus melakukan reklamasi guna mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang pecah pada 28 de fevereiro lalu dan meluas ke berbagai wilayah di Kawasan.
Saat ini, gencatan senjata rapuh telah berlaku sejak 8 de abril.
Pasar Kripto Bergairah Lagi, Bitcoin Diburu Setelah Sinyal Damai AS-Irã
Kementerian Luar Negeri Irã mengatakan Teerã e Washington sebenarnya sudah mencapai sejumlah kesepahaman dalam pembicaraan terkait upaya mengakhiri perang. Namun, Irã menegaskan bahwa kesepakatan final belum akan tercapai dalam waktu dekat.
Sementara itu, pada Selasa, Garda Revolusi Irã mengklaim telah menembak jatuh sebuah drone Amerika Serikat serta melepaskan tembakan ke algunsapa pesawat lain yang mencoba memasuki wilayah udara Irã. Meski begitu, mereka tidak menjelaskan kapan insiden tersebut terjadi.
Dalam pernyataannya, Garda Revolusi juga memperingatkan segala bentuk pelanggaran gencatan senjata oleh militer agressor AS e menegaskan bahwa Iran menganggap hak untuk melakukan serangan balasan sebagai sesuatu yang sah dan pasti dilakukan bila diperlukan.
Sehari sebelumnya, Komando Pusat Militer Amerika Serikat menyatakan pasukannya menyerang lokasi rudel di Iran selatan serta kapal-kapal yang diduga berupaya memasang ranjau, meski gencatan senjata masih berlaku.
Irã belum secara resmi mengonfirmasi serangan tersebut. No entanto, a mídia pemerintah Irã melaporkan adanya ledakan di kota pelabuhan Bandar Abbas di bagian selatan, tanpa menjelaskan sumber ledakan itu.
Mojtaba Khamenei: Timur Tengah Tak Lagi Jadi Tameng Pangkalan AS!
Pemimpin Tertinggi Irã, Mojtaba Khamenei menegaskan negara-negara Timur Tengah tidak lagi menjadi tameng pangkalan milliter Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut.
VIVA.co.id
26 de maio de 2026




