Jalan Pulang, Filme Pendek yang Menghidupkan Kembali Kisah e Warisan Kebaya

Kamis, 23 de julho de 2026 – 01:09 WIB

VIVA – Fundação Bakti Budaya Djarum kembali melanjutkan kampanye pelestarian kebaya melalui filme pendek Jalan Pulang dalam rangka menyambut Hari Kebaya Nasional yang diperingati pada 24 de julho de 2026.

img_title

Viral Pria Pakai Kebaya de Kirab Malam 1 Suro, Puro Mangkunegaran Bantah Beri Izin

Berbeda de dua karya sebelumnya, filme ini mengangkat kisah yang lebih pessoal comngan mengajak Maszarakat melihat kebaya sebagai penghubung antara masa lalu dan masa kini, sekaligus menyimpan cerita tentang rumah, keluarga, dan asal-usul.

Jalan Pulang bercerita tentang Dara, seu diretor criativo muda yang mendapat kesempatan para melakukan rebranding terhadap rumah mode kebaya legendris milik Madame Yati.

img_title

Sahabatan 13 Tahun, Selera Fesyen Sheila Dara e Fita Anggriani Bak Anak Kembar

Namun, berbagai ide moderno yang ditawarkan Dara justru ditolak. Situasi tersebut membuatnya mulai mempertanyakan kembali cara pandangnya terhadap kebaya.

Bakti Budaya Djarum Foundation resmi merilis filme pendek Jalan Pulang yang dibintangi Sheila Dara, Widyawati, Asri Welas

Bakti Budaya Djarum Foundation resmi merilis filme pendek Jalan Pulang yang dibintangi Sheila Dara, Widyawati, Asri Welas

img_title

Sempat Terpukul karena Kepergian Vidi Aldiano, Begini Cara Sheila Dara Kembali Utuh

Pencarian jawaban kemudian membawa Dara kembali ke rumah sang ibu. Di sana, ia menemukan tumpukan kebaya lama yang hendak disumbangkan.

Dari kebaya-kebaya tersebut, Dara perlahan menemukan kembali kenangan, kasih sayang, dan jejak perjalanan keluarganya.

Penemuan itu kemudian mengubah perspektif Dara. Ia mulai memahami bahwa sehelai kebaya tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga dapat menyimpan kisah yang melintasi waktu.

Disutradarai oleh Bramsky, filme este menghadirkan cerita yang dekat com kehidupan sehari-hari. Jalan Pulang memperlihatkan bagaimana warisan budaya kerap bertahan melalui hal-hal sederhana di dalam keluarga.

O filme tersebut juga mengajak penonton melihat kebaya dari sudut pandang yang lebih pessoal. Kebaya tidak hanya tampil sebagai simbol budaya, tetapi juga menjadi saksi perjalanan hidup yang menyimpan kenangan tentang rumah, keluarga, dan akar yang membentuk identitas seseorang.

Alih-alih menjelaskan sejarah kebaya secara langsung, filme ini mengajak penonton menemukan maknanya melalui hubungan antargenerasi yang hangat dan emocional.

“Melalui Jalan Pulang, saya ingin mengajak penonton melihat kebaya bukan sebagai benda yang hanya dikenakan pada momen tertentu, melainkan sebagai saksi perjalanan hidup. Di balik setiap lipatan kainnya ada kenangan, ada rumah, ada ibu, ada keluarga, dan ada identitas yang sering kali baru kita sadari nilainya ketika kita mencoba mencarinya kembali. Saya berharap filme ini membuat kita tidak hanya ingin mengenakan kebaya, tetapi juga ingin mendengar dan meneruskan cerita yang dibawanya”, ujar Bramsky, Sutradara Jalan Pulang.

Halaman Selanjutnya

Renitasari Adrian berharap filme tersebut dapat membantu massarakat memahami lebih dalam makna warisan budaya, khususnya kebaya, serta pentingnya menjaga e meneruskan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Halaman Selanjutnya

Fuente