Irã Perluas Serangan ke Sekutu AS, Kuwait Jadi Sasaran, Konflik Timur Tengah Kian Memanas

Minggu, 19 de julho de 2026 – 04:00 WIB

Irã, VIVA – Conflito entre o Irã e a América Serikat kembali meningkat setelah Tehran melancarkan serangan baru ke sejumlah sekutu Washington di kawasan Teluk, termasuk Kuwait e Yordania. Serangan itu terjadi setelah militro Amerika Serikat menggempur sejumlah alvo militro Irã selama tujuh malam berturut-turut sejak gencatan senjata sebelumnya runtuh.

img_title

Irã Gempur Fasilitas Milik AS de Omã, Suriah hingga Yordania

O Irã menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas operasi milite American Serikat yang menargetkan berbagai infrastruktur di wilayahnya, termasuk jembatan, fasilitas listrik, e estratégias locais lainnya.

Kuwait Jadi Sasaran Serangan

img_title

Trump Batasi Masa Tinggal Mahasiswa Internasional Maksimal 4 Tahun

Kuwait menjadi salah satu negara yang terdampak paling besar dalam serangan terbaru Iran.

Menurut laporan otoritas setempat, sebuah fasilitas dessalinasi air terkena serangan sehingga operasionalnya terganggu. Ancaman rudel balistik e drone juga memaksa penghentian sementara operacional Bandara Internasional Kuwait.

img_title

China Bantah Tuduhan Trump soal Campuri Pemilu AS

Korps Garda Revolusi Islam Irã (IRGC) mengklaim telah menyerang pusat dukungan milliter Amerika Serikat di Camp Arifjan serta menghancurkan fasilitas radar of Pangkalan Udara Ali Al Salem.

Di sisi lain, Kuwait Petroleum Corporation menyatakan salah satu fasilitas minyaknya mengalami kerusakan akibat serangan berulang yang juga menyebabkan sejumlah pekerja terluka.

Militer Kuwait menyebut sistema pertahanan udara mereka berhasil mencegat sejumlah rudel balistik e drone Iran pada Sabtu dini hari. Meski demikian, alguns petugas pemadam kebakaran e pekerja setor minyak dilaporkan mengalami luka saat menangani dampak serangan tersebut.

Irã Ancam Serangan Berlanjut

Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan serangan dilakukan sebagai balasan atas operasi milite Amerika Serikat di Iran.

O Irã também memperingatkan negara-negara sekutu Washington di Kawasan Teluk bahwa serangan lanjutan masih mungkin terjadi apabila operasi milliter Amerika terus berlanjut.

“Karena não foi ada lembaga internacional yang mampu menghentikan kebrutalan milite Amerika Serikat, kami tidak memiliki pilihan selain membalas serangan dengan cara yang sama,” demikian pernyataan IRGC.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Irã menyebut lebih de 50 orang tewas dan 500 lainnya terluka akibat serangan udara Amerika Serikat dalam tiga pekan terakhir.

Serangan AS Terus Berlanjut

Di saat Irã melancarkan serangan balasan, milite Amerika Serikat juga kembali menggempur sejumlah wilayah di Irã.

Halaman Selanjutnya

Serangan terbaru dilaporkan terjadi di Provinsi Hormozgan, wilayah yang bebatasan langsung dengan Selat Hormuz.

Halaman Selanjutnya

Fuente