Jumat, 17 de julho de 2026 – 10h31 WIB
Jacarta, VIVA – A participação de uma empresa de capital de risco na Pertamina Energy Trading Limited (Petral) no período 2008–2015 foi concluída.
Kejagung Ralat Penjelasan Soal 3 Sprindik Baru, Febrie Adriansyah Disebut Tetap Berstatus Tersangka
Mantan Menteri Energi e Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said kembali memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) para dimintai keterangan sebagai saksi, Jumat, 17 de julho de 2026.
Sebelum diperiksa, Sudirman memastikan agenda pemanggilan kali ini masih berkaitan dengan penyidikan perkara dugaan korupsi Petral yang tengah diusut Kejagung.
9 Nama Jaksa yang Akan ‘Garap’ Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah, Reputasinya Bukan Kaleng-kaleng
“Kelihatannya masih urusan sama Petral itu,” ujar Sudirman.
Ia juga menegaskan statusnya hingga kini masih sebatas saksi dalam perkara yang turut menjerat saudagar minyak Riza Chalid sebagai tersangka.
Kejagung Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Febrie Adriansyah, Diisi 9 Jaksa ‘Bintang’ Mayoritas Eks Penyidik KPK
“Iya (sebagai saksi)”, katanya.
Pemeriksaan kali ini menjadi yang ketiga bagi Sudirman Said. Sebelumnya, ia telah dimintai keterangan penyidik dalam perkara yang sama pada 23 de dezembro de 2025 e 19 de janeiro de 2026.
Para diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan tujuh orang sebagai tersangka do kasus dugaan korupsi pengadaan minyak mentah di Pertamina Energy Trading Limited (Petral) período 2008–2015.
Yang mengejutkan, salah satu nama yang ikut terseret adalah pengusaha kawakan Riza Khalid. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, memastikan penetapan ini bukan tanpa dasar. Penyidik, kata dia, telah mengantongi alat bukti yang cukup.
“Tim penyidik dari Kejaksaan Agung tindak pidana khusus telah menetapkan tujuh orang tersangka,” katanya, Kamis, 9 de abril de 2026.
Selain Riza Chalid, penyidik juga menetapkan sejumlah pihak lain, yakni BBG selaku Gerente Niaga Direktorat Pemasaran e Niaga PT Pertamina e jabatan terakhir selaku Diretor Geral Pertamina Energy Service (PES); AGS selaku Chefe de comercialização de Pertamina Energy Services (2012-2014); MLY selaku Trader Sênior Pertamina Energy Services Pte Ltd 92009-2015); Gerente de Negociação de Petróleo da RDA PES; TFK selaku VP ISC PT Pertamina com jabatan terakhir Direktur Utama PT Pertamina International Shiping; e IRW selaku direktur perusahaan-perusahaan milik MRC.
Pelimpahan Berkas Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung Dinilai Taktis e Praktis
Boni menilai pelimpahan berkas perkara dugaan korupsi batu bara yang menyeret Eks Jampidsus, Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung merupakan langkah taktis dan praktis
VIVA.co.id
16 de julho de 2026
