Rabu, 15 de julho de 2026 – 23h10 WIB
Jacarta, VIVA – Badan Gizi Nasional (BGN) mengkaji pelibatan kantin sekolah sebagai alternatif pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai arahan Presidente Prabowo Subianto untuk mengevaluasi skema penyaluran agar menjadi lebih baik.
Kejagung Tegaskan Penyidikan Korupsi MBG Tetap Jalan Meski Febrie Adriansyah Tersangka, 50 Saksi Sudah Diperiksa
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, Presidente membuka peluang adanya skema pelaksanaan selain melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Pak Presidente trocadilho tadi mengatakan, silakan dikaji kalau ada alternatif yang lain, boleh,” kata Agustina di Komplik Istana Kepresidenan, Jacarta, Rabu.
Kejagung Tetap Telusuri Data SPPG MBG Meski Pendataan Dihentikan, Fokus Keterkaitan dengan 7 Tersangka
Ia menjelaskan bahwa ketentuan yang berlaku saat ini masih mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 115 yang menetapkan pelaksanaan MBG melalui SPPG.
Menurut Agustina, Presidente meminta agar setiap alternatif kebijakan memiliki dasar kajian yang kuat sebelum diputuskan pemerintah.
LPSK Ungkap Alasan Tolak Permohonan Colaborador de Justiça Sony Sonjaya di Korupi MBG
“Kembali lagi, beliau meminta setiap pilihan kebijakan kaji dengan baik, apa dasarnya dan sebagainya. Nanti datang lagi ke beliau, sampaikan progres untuk kita putuskan,” katanya.
Saat ditanya apakah pelibatan kantin sekolah termasuk alternatif yang sedang dikaji, Agustina membenarkannya. “Iya, termasuk kan bagian itu yang silakan dikaji,” katanya.
Agustina menambahkan proses kajian tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah membenahi pelaksanaan programa MBG com dukungan kementerian e lembaga terkait. (Formiga)
Prabowo Mau MBG Diprioritaskan Bagi Kelompok yang Membutuhkan
Badan Gizi Nasional (BGN) pode terlebih dahulu memperbaiki data penerima MBG agar pemerintah dapat mengambil keputusan secara tepat sesuai arahan Presiden.
VIVA.co.id
15 de julho de 2026
