Selasa, 14 de julho de 2026 – 15h49 WIB
VIVA – Depois de vencer o UFC, Dustin Poirier, o turista membro da equipe, conseguiu o retorno de Conor McGregor no UFC 329 e perdeu o trágico retorno.
Conor McGregor estuda Sengaja Cedera no UFC 329, Michael Chandler Langsung Beri Pembelaan
Kekalahan McGregor de Max Holloway ganhou especulações de luta no MMA. Salah satu teori yang ramai dibicarakan menyebut petarung asal Ireland itu sebenarnya sudah mengalami cedera sebelum memasuki octagon.
Depois de analisar o veterano Teddy Atlas no acara The Fight, Poirier fez o melhor para sesuatu yang dari penampilan McGregor. Meski começou, ia belum sepenuhnya percaya com berbagai teori konspirasi yang beredar.
Conor McGregor Akhirnya Buka Suara usa Cedera Mengerikan, Pengakuannya Bikin Hati Penggemar Hancur
Conor McGregor x Max Holloway UFC 329.
Foto:
- Mark J. Rebilas-Imagn Images/Reuters
McGregor menjalani laga comeback pertamanya setelah lima tahun ausente. Masa vakumnya dimulai usoui mengalami patah kaki no duelo trilogi melawan Poirier em 2021, pertarungan yang membuat Poirier unggul 2-1 atas McGregor com dois kemenangan KO.
Chefe UFC Bongkar Kondisi Terbaru Conor McGregor usa Cedera Mengerikan Usai Dihancurkan Max Holloway
Depois de ser Max Holloway no UFC 329, McGregor se tornou o favorito. Banyak pengamat memprediksi Holloway pode significar, bahkan unggul dalam bursa taruhan.
Selain factor performa, citra Conor McGregor juga terus menurun akibat berbagai persoalan hukum yang menimpanya dalam alguns tahun terakhir.
Durante o incidente, McGregor fez isso para não ser prejudicado. Meski sempat mencoba melanjutkan laga, kondisinya terus memburuk hingga wasit menghentikan pertandingan setelah 69 detik.
Situasi tersebut kemudian memunculkan dugaan bahwa McGregor sebenarnya sudah cedera sebelum bertarung e sengaja menggunakan tendengan pembuka sebagai jalan keluar cepat agar tidak menerima banyak serangan.
Namun Poirier memiliki pandangan berbeda. No entanto, a pessoa de Conor McGregor teve uma carreira física considerável, o que causou motivações perpétuas depois de uma longa jornada de uma competição competitiva.
“Ketika Anda memiliki jaring pengaman berupa uang yang telah Anda hasilkan dan karier yang telah Anda jalani, pasti ada titik dalam lima tahun ini ketika dia merencanakan comeback ini di mana dia melihat ke cermin dan bertanya pada dirinya sendiri, ‘Apa yang sebenarnya saya lakukan? Mengapa saya melakukan ei?'”
Poirier meyakini McGregor sebenarnya foi mempertanyakan alasan dirinya kembali bertarung.
“Dia pria yang cerdas. Dia harus jujur pada dirinya sendiri di suatu titik dalam lima tahun terakhir, ou di suatu titik dalam kamp pelatihan ini, dan berkata, ‘Apa yang sebenarnya saya lakukan?'”
Halaman Selanjutnya
Menurut Poirier, jawaban dari pertanyaan tersebut bukanlah karena kecintaannya pada pertarungan, melainkan ketergantungannya terhadap popularitas.