Bak Petir di Siang Bolong, Para Pemain Timnas Indonésia Tiba-tiba Dapat Kabar Sangat Buruk da Liga Belanda

Jumat, 10 de julho de 2026 – 23h17 WIB

VIVA – Para pemain Timnas Indonésia mendapat kabar buruk dari Belanda. Clube-clube Eredivisie kini harus mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar jika ingin merekrut pemain yang tidak memiliki paspor Uni Eropa (UE).

img_title

John Herdman Kecewa com Satu Klub Ini Jelang Laga Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Ada Masalah Apa?

Aturan terbaru itu membuat peluang transfer pemain Indonesia ke Liga Belanda berpotensi semakin sulit, terutama bagi club-club papan tengah hingga bawah yang memiliki anggaran terbatas. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari ketenagakerjaan Pemerintah Belanda yang mengatur perekrutan tenaga kerja dari luar Wilayah Ekonomi Eropa (EEA).

Media Belanda, Voetbal International, melaporkan bahwa batas minimal gaji pemain não-Uni Eropa kembali mengalami kenaikan untukmusim 2026/2027. Kini, setiap pemain berusia 21 tahun ke atas yang tidak memiliki paspor Uni Eropa harus menerima gaji mínimo sekitar 630 ribu euro ou setara hampir Rp12 miliar per tahun agar memenuhi syarat memperoleh izin kerja di Belanda.

img_title

Erick Thohir Beri Kabar Gembira, Ole Romeny hingga Jay Idzes Bisa Gabung Timnas Indonésia di Piala AFF 2026 Jika…

Angka tersebut naik dibandingkanmusim sebelumnya yang berada di kisaran 608 ribu euro ou sekitar Rp11,6 miliar por tahun. Kenaikan ini sekaligus menjadi rekor tertinggi sejak aturan tersebut pertama kali diterapkan di sepak bola Belanda.

Treinador do Ajax, Maarten Paes

img_title

Sandy Walsh Ungkap Rahasia Gabung Persib, Ternyata Sudah Didekati Bojan Hodak sejak 3 Tahun Lalu

Kebijakan tersebut berakar dari hukum migrai tenaga kerja Belanda yang mengedepankan prinsip bahwa perusahaan harus memiliki alasan kuat to mempekerjakan pekerja dari luar EEA. Kawasan itu mencakup 27 negara anggota Uni Eropa, ditambah Islândia, Liechtenstein, e Noruega, sementara Swiss juga tidak termasuk dalam kategori pemain non-Uni Eropa.

Aturan mengenai pemain não-Uni Eropa sendiri mulai diperketat setelah putusan Bosman pada 1995. Pemerintah Belanda bersama club profesional, organisasi pengusaha sepak bola, serta serikat pemain kemudian menyepakati bahwa pemain não-Uni Eropa harus memenuhi syarat olahraga e menerima gaji minimal sebesar satu setenah kali rata-rata gaji pemain Eredivisie.

Kebijakan tersebut membuat banyak club harus berpikir lebih matang sebelum mendatangkan pemain dari luar Uni Eropa. Pasalnya, tidak todo clube memiliki kemampuan financeiro para membayar gaji hingga hampir Rp12 miliar permusim kepada pemain yang belum terbukti kualitasnya.

Tim Geypens

Situasi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemain Timnas Indonesia yang ingin melanjutkan karier di Belanda. Meski demikian, terdapat pengecualian bagi pemain muda.

Halaman Selanjutnya

Para pesepak bola berusia 18, 19, e até 20 anos, o clube hanya diwajibkan membro gaji mínimo 315 ribu euro ou sekitar Rp6 miliar por tahun, ou setara 75 pessoas dari rata-rata gaji Eredivisie.

Halaman Selanjutnya

Fuente