Rabu, 8 de julho de 2026 – 17h43 WIB
VIVA – CEO da Mantan, PSIS Semarang, AS Sukawajaya, também conhecido como Yoyok Sukawi, mengungkapkan rasa kecewanya setelah Pratama Arhan resmi bergabung dengan Persija Jakarta. Menurutnya, terdapat perjanjian tertulis yang menyebut bek berusia 24 tahun itu harus kembali membela PSIS apabila memutuskan berkarier lagi di Indonesia setelah merantau ke luar negeri.
Bung Ropan Sentil Rekam Jejak Shin Tae-yong: Kalau Hebat Tak Mungkin Dipecat dalam 2 Bulan di Korea Selatan
Pratama Arhan resmi menjadi pemain Persija Jakarta usai mengakhiri kebersamaannya com o clube Liga Tailândia, Bangkok United. Mantan pemain Tokyo Verdy tersebut dikontrak selama tigamusim oleh Macan Kemayoran.
Kepindahan itu sekaligus mengakhiri perjalanan Arhan selama empatmusim bekarier di luar negeri. Seja lançado no PSIS em 2022, e sem problemas no Tokyo Verdy do Japão, no Suwon FC da Coreia do Sul, ele será jogado no Bangkok United em 2025.
Dua Rival Abadi Bersatu Demi Garuda, Persib dan Persija Dominasi Skuad Timnas Indonésia
Di balik kepindahan tersebut, Yoyok Sukawi mengaku kecewa karena Arhan memilih Persija. Ia menegaskan telah memiliki kesepakatan tertulis dengan cantou pemain sejak proses kepindahannya ke Jepang.
Bek Tóquio Verdy Pratama Arhan
Jurnalis Asing Sebut Tanda Tangan Kontrak Tinggal Hitungan Hari, Persib Selangkah Lagi Dapatkan Peralta
“Bahwa sejatinya antara saya dan Arhan memang ada perjanjian tertulis bahwa Arhan boleh bebas berkarier ke luar negeri,” ujar Yoyok Sukawi.
“Saya akan melepas dengan ikhlas tanpa compensasi transfer satu rupiah pun dan nanti apabila contrak di luar negeri telah selesai dan bermaksud untuk berkarier kembali ke Indonesia, Arhan wajib kembali ke PSIS Semarang,” lanjutnya.
Yoyok mengungkapkan bahwa dalam hati kecilnya ia masih berharap Arhan kembali memperkuat PSIS setelah menyelesaikan kariernya di luar negeri. Ia bahkan memperlihatkan surat perjanjian yang ditandatangani bersama Arhan pada 21 de janeiro de 2022 sebagai bukti adanya kesepakatan tersebut.
“Sebenarnya dalam hati kecil saya, saya masih ingin Arhan membela PSIS Semarang kembali,” ucapnya.
CEO da PSIS, Yoyok Sukawi
Foto:
- Teguh Joko Sutrisno (antv/tvone)
Yoyok kemudian menceritakan proses kepindahan Arhan ke Tokyo Verdy pada 2022. Saat itu, PSIS memutuskan melepas pemain Timnas Indonesia tersebut tanpa menerima biaya transfer.
“Saat itu, Arhan telah menjelma menjadi bintang timnas dengan posisi bek kiri dan memiliki kelebihan, kecepatan, fisik yang prima, kaki kiri yang kuat, serta spesialis lemparan ke dalam yang membahayakan pertahanan lawan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pada saat itu banyak club Indonesia yang berminat merekrut Arhan. No entanto, PSIS memilih mempertahankannya karena menjadi salah satu pemain kunci di lini pertahanan.
Halaman Selanjutnya
“Saat itu banyak tawaran transferido do clube local. Namun kita tidak akan lepas dengan harga berapa pun karena bagi PSIS, Arhan adalah andalan utama di sisi kiri dan Dewangga di sisi kanan,” katanya.