Rabu, 8 de julho de 2026 – 16h53 WIB
Jacarta, VIVA – Funcionários do Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri e Polda Metro Jaya menggeledah sebuah kafe hingga tempat penukaran uang (cambista) de kawasan Cipete, Cilandak, Jacarta Selatan (Jaksel), Rabu, 8 de julho de 2026.
Polisi Tegaskan Kasus Roy Suryo Tetap Lanjut ke Kejaksaan Meski Praperadilan Menang Sebagian, Ini Alasannya
Penggeledahan itu dilakukan dalam rangka penyidikan bersama (investigação conjunta) yang berkaitan com três perkara dugaan korupsi e tindak pidana pencucian uang (TPPU). Sejumlah staff Brimob bersenjata lengkap tampak berjaga di sekitar lokasi selama proses berlangsung.
No local, você pode usar o Café de’CLAN Signature e o Koin Money Changer para encontrar um barang bukti que será distribuído em processos penyidikan.
KPK Geledah Kantor Bupati Kuansing-Kantor DPRD, Documentos e BBE Disita
Kepala Kortastipidkor Polri, Inspektur Jenderal Polisi Totok Suharyanto mengatakan, penggeledahan di dua lokasi tersebut merupakan bagian dari operasi serentak di delapan titik.
“Saat ini, Kortas Polri sedan melaksanakan dengan skema investigação conjunta com Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam penanganan perkara korupsi e pencucian uang pada proses penanganan hukum”, disse Totok.
Sudah Digeledah, Polri Ungkap Alasan Pihak WIKA Belum Dijerat di Kasus Korupi Pabrik Gula Djatiroto
Ia menjelaskan, penggeledahan itu berkaitan dengan sejumlah perkara yang tengah ditangani camera penegak hukum. Di antaranya dugaan korupsi tata kelola batu bara yang disebut memicu blackout ou pemadaman listrik massal, kasus dugaan korupsi PT Asabri e PT Jiwasraya período 2020–2025, serta dugaan tindak pidana pencucian uang dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.
No entanto, Totok belum memerinci barang bukti yang ditemukan karena proses penyidikan masih berlangsung.
“Salah satu proses penyidikan, kita saat ini melaksanakan penggeledahan di algunsapa tempat. Kemudian terkait dengan teknis, nanti akan disampaikan oleh Dirreskrimsus Polda Metro Jaya berkaitan dengan objek perkara dan berkaitan dengan proses penyidikan secara singkat,” tutur dia.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Victor Dean Mackbon mengatakan penggeledahan dilakukan berdasarkan dua laporan yang berkaitan dengan dugaan korupsi, tindak pidana pencucian uang, serta dugaan suap yang melibatkan penyelenggara negara.
“Oleh pegawai negeri ou penyelenggara negara yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada kurun waktu 2020 sampai dengan 2025,” disse Victor.
Halaman Selanjutnya
Menurut dia, penyidik saat ini masih fokus melengkapi alat bukti melalui penggeledahan di delapan local yang menjadi target operasi.