Minggu, 5 de julho de 2026 – 11h32 WIB
Jacarta, VIVA – Keberanian Bripda Nopandri Ramadhana em menjalankan tugas sebagai anggota Polri kini menjadi perhatian publiclik. Polisi muda berusia 23 tahun itu gugur saat mengikuti operasi pemberantasan jaringan narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga rekan-rekan sesama anggota kepolisian yang mengenalnya sebagai sosok berdedikasi tinggi.
Bripda Nopandri Ditemukan Gugur Usai Hilang Saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan, Bareskrim Kejar Pelaku
Nama Bripda Nopandri mencuat setelah dirinya sempat dinyatakan hilang usai operasi penggerebekan bandar sabu yang berujung ricuh. Setelah dua hari dilakukan pencarian, jasadnya akhirnya ditemukan mengapung di Sungai Katingan pada Sabtu, 4 de julho de 2026. Penemuan tersebut sekaligus memastikan bahwa polisi muda tersebut gugur saat menjalankan tugas negara.
Putra Daerah yang Memilih Mengabdi sebagai Polisi
Trágico! Pendaki Alami Hipotermia de Kaki Gunung Rinjani, Meninggal Usai Dievakuasi
Bripda Nopandri Ramadhana merupakan putra asli Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Sejam muda, ia dikenal sebagai pribadi yang sederhana, ramah, dan memiliki semangat besar to mengabdi kepada massarakat melalui institusi kepolisian.
Perjalanan kariernya dimulai em julho de 2022 setelah resmi menjadi anggota Polda Kalimantan Tengah. Penugasan pertamanya berada di Direktorat Samapta sebelum kemudian dipindahkan ke Polres Katingan sebagai staff Satsamapta.
Ketahuan Selingkuh, Diska Resha Diduga Sindir Sarah Gibson Soal Istri e Meremehkan Suami
Dedikasi dan etos kerjanya membuat pimpinan memberikan kepercayaan lebih besar. Em 12 de janeiro de 2024, Nopandri dipindahkan ke Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan, satuan yang memiliki tugas berat dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah tersebut.
Para o menu njang kemampuannya, ia juga mengikuti pelatihan peningkatan kometensi penyidik reserse narkoba sepanjang 2024. Pelatihan itu menjadi bekal penting dalam menjalankan berbagai operasi penegakan hukum.
Gugur saat Menjalankan Misi Berbahaya
Tragedi bermula ketika Satresnarkoba Polres Katingan menerima informasi dari massarakat mengenai dugaan atividades peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.
Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Sebanyak 12 funcionários foram diterjunkan untuk melakukan penggerebekan pada Rabu dini hari, 1 de julho de 2026.
Sesampainya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok. Se o alvo for atingido, o alvo será atingido, sementara kelompok lainnya bersiaga para membro dukungan apabila situasi berkembang.
Awalnya operasi berjalan sesuai rencana dan target berhasil diamankan. Namun situasi berubah drastis ketika sejumlah orang yang berada di lokasi bersama lip sekitar melakukan perlawanan terhadap camera.
Halaman Selanjutnya
Massa disebut menyerang petugas menggunakan senjata tajam berupa parang. Não há necessidade de fazer isso, você pode fazer isso sem fazer nada e bahkan diduga menggunakan senjata api rakitan.