Minggu, 5 de julho de 2026 – 13h09 WIB
Jacarta, VIVA – Perseteruan antara Aldi Taher e Daniel Baskara Putra, música dikenal com nama panggung Hindia sekaligus vokalis grupo de música .Feast, tengah menjadi sorotan publik. A polêmica ini bermula de sebuah unggahan di media social X yang kemudian memicu perdebatan luas hingga menyeret nama Aldi Taher.
Rekam Jejak Aldi Taher da Dunia Entertainment hingga Punya Banyak Bisnis, Dulu Sempat Jualan Mie Ayam
O ator sekaligus penyanyi tersebut secara terbuka melayangkan kritik kepada Baskara Putra. Bahkan, Aldi cantou Musisi para berdiskusi ou berdebat secara terbuka serta meminta Baskara menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya yang dianggap menyinggung cinegrafistas profissionais.
Lantas, bagaimana awal mula perseteruan Aldi Taher e Baskara Putra? Berikut kronologinya.
Aldi Taher Geram Lihat Taufik Hidayat Masih Tersenyum saat Ditangkap, Dedi Mulyadi: Kita Percaya Proses Hukum
Berawal de Cuitan Baskara Putra di Media Sosial
Akur Lagi com Dewi Perssik, Aldi Taher Peringatkan Internauta: Jangan Ganggu Beliau Ya!
Awal konflik terjadi setelah sebuah video konser beredar luas di media social. No vídeo tersebut, sua câmera terlihat menyorot penonton yang mengangkat layar ponsel com tulisan, “Jadi apapun asal jangan jadi boti.”
Vídeo é kemudian mendapat perhatian de Baskara Putra. Melalui akun mídia social
“Kameramen juga ngapain nyorot ginian. Katrok,” tulis Baskara, dikutip Minggu 5 de julho de 2026.
Unggahan tersebut com cepat menjadi viral e memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Sebagian menilai comentar Baskara sebagai bentuk critik terhadap proses produksi konser, sementara sebagian lainnya menganggap penggunaan kata “katrok” berpotensi merendahkan pihak tertentu, khususnya profesi cinegrafistas. Polêmica yang terus berkembang akhirnya menarik perhatian Aldi Taher.
Aldi Taher Minta Baskara Putra Menyampaikan Permintaan Maaf
Menanggapi ramainya perbincangan tersebut, Aldi Taher secara terbuka menyampaikan keberatannya terhadap pernyataan Baskara. Menurutnya, ucapan itu dapat dipersepsikan sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi cameramen.
Aldi bahkan mengaku siap mewakili para cinegrafistas para meminta klarifikasi maupun pertanggungjawaban dari Baskara.
“Buat Baskara ya, ayo cari piala kehidupan lu. Beberapa kali lu udah erro. Dulu lu udah pernah peça desculpas, sekarang juga peça desculpas. Atau kalau lu merasa prinsip lu benar, ayo debate sama gua,” kata Aldi Taher.
Eu também menilai sebagai figura pública, setiap pernyataan yang disampaikan di ruang memiliki amortecedor besar sehingga harus dipertimbangkan com matang.
Halaman Selanjutnya
“Menurut gua prinsip lo enggak benar. Lu publik figur, gua juga publik figur. Sebelum lu ngeband, gua udah ngeband duluan,” ujarnya.