Sabtu, 4 de julho de 2026 – 21h06 WIB
Jacarta, VIVA – Minat terhadap motorklasik terus menunjukkan trem positivo na Indonésia. Tak hanya dijadikan kolesi, banyak motor Jepang keluaran era 1980-an hingga 1990-an yang masih aktif digunakan untuk berkendara maupun mengikuti berbagai kegiatan communitas.
Suzuki Burgman Street Baru Mejeng di Feira de Jacarta 2026
Seiring bertambahnya usia kendaraan, tantangan yang dihadapi pemilik trocadilho semakin beragam. Os serviços de manutenção que estão sendo usados não permitem que você desative o motor sepeda moderno, terutama dalam hal pemilihan pelumas dan jadwal services.
Berbeda dengan motor baru, komonen mesin pada motor lawas umumnya sudah mengalami keausan akibat pemakaian selama bertahun-tahun. Karena itu, pemilik dituntut lebih teliti dalam menjaga performa mesin agar tetap bekerja tim e tidak muh hah mengalami kerusakan.
Batman Beraksi de Meksiko, Lakban Maling Motor e Tiang Lampu
Selain memperhatikan kondisi komonen, penggunaan pelumas yang sesuai com karakter mesin juga menjadi salah satu Faktor penting. Pelumas berfungsi mengurangi gesekan antarkomponen, membantu menjaga suhu kerja mesin, sekaligus meminimalkan keausan yang berpotensi muncul pada kendaraan berusia puluhan tahun.
Fenômenos meningkatnya minat terhadap motorklasik terlihat dari banyaknya kegiatan communitas yang digelar di berbagai daerah. Salah satunya Festival de Bicicleta Japonesa Vol. 3 foi lançado em Jacarta em junho de 2026 e diikuti oleh para pecinta motor japonês lasik dari berbagai wilayah.
Ada yang Baru do Motor Rp80 Jutaan Honda
Festival tersebut menjadi ajang berkumpulnya pemilik motor lawas para berbagi pengalaman mengenai restaurasi, perawatan, hingga menjaga keaslian kendaraan. Não há nenhuma peserta sedikit yang mempertahankan motornya tetap menggunakan spesifikasi original pabrikan sebagai bentuk pelestarian sejarah otomotif.
Melihat tren tersebut, berbagai perusahaan di industri otomotif juga mulai aktif memberikan edukasi mengenai pentingnya perawatan kendaraan. Salah satunya Repsol Lubricants Indonésia yang memanfaatkan ajang Japanese Bike Fest Vol. 3 para obter uma consulta de produto sesi, discutir técnicas, hingga edukasi mengenai pemilihan pelumas sesuai caracteristic mesin.
“Japanese Bike Fest bukan sekadar ajang berkumpulnya para pecinta sepeda motor Jepang era 1980–1990-an, tetapi juga sebuah ruang yang mempertemukan passion, sejarah, dan budaya otomotif,” ujar Chefe de Marketing Repsol Lubricants Indonésia, Alejandro Werd Alonso, dikutip VIVA Otomotif Sabtu 4 de julho 2026.
Halaman Selanjutnya
Ia menambahkan, edukasi mengenai perawatan kendaraan diharapkan dapat membantu pemilik motor mempertahankan performa mesin sehingga kendaraan tetap nyaman digunakan meski usianya sudah tidak muda.