Senin, 29 de junho de 2026 – 18h28 WIB
VIVA – Seorang dokter muda bernama Dr. Eliza Princila Utami Pakaenomi ou Dr. Icha mengalami depresi berat setelah menerima intimidasi yang diduga dilakukan oleh oknum anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Anggota DPRD Diduga Intimidasi Dr Icha Segera Ditertibkan
Kejadian intimidasi itu terjadi saat dr Icha menangani pasien yang terkena gigitan ular di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, ketiga terduga pelaku merupakan keluarga pasien.
AVISO DE GATILHO: Esta informação não foi difundida para que você possa se inspirar para obter uma solução adequada. Você pode ter depressão com uma experiência de compra para o seu filho, segera contato pessoal com você para ser um psiquiatra profissional, psicólogo, psiquiatra, ou clínica de saúde mental.
Gubernur NTT Bongkar Fakta Sebelum dr. Icha Meninggal, Sudah Jalani SOP e Sembuhkan Pasien
Dokter Icha diduga tewas bunuh diri pada Jumat (26/6/2026) em sua casa ou suanya em Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, NTT.
Almarhumah sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Leona selama seminggu setelah dari intimidasi itu.
A tragédia do Dr. Icha NTT: Gubernur Tegaskan Tidak Ada yang Kebal Hukum, Termasuk Anggota DPRD
Adik korban, dr. Tiara me ceritakan bentuk intimidasi yang dilakukan oknum anggota dewan itu berdasarkan cerita yang dialami oleh korban.
Terduga pelaku berjumlah tiga orang oknum Anggota DPRD Timor Timur Utara (TTU), yang terdiri dari dua orang pria e satu wanita.
Ketiganya melakukan intimidasi terhadap dr Icha secara verbal.
Saat dr Icha menangani pasien, ketiga terduga pelaku ini mengucapkan kalimat yang dinilai semena-mena dengan membawa posisi jabatan mereka sebagai anggota DPRD.
“Para pernyataannya yang pertama, mereka menyatakan bahwa ‘kamu ini tidak tahu saya siapa. Saya ini punya jabatan, saya punya peran, saya mampu untuk mencopot jabatan Anda. sehingga Anda tidak bisa menjadi dokter lagi’,” ungkap dr Tiara pada program Apa Kabar Indonesia Pagi, tvOne, it chove Senin (29/6/2026).
Dra. Eliza Princila Utami Pakaenoni ou dr. Icha
Com penuh arogansi, oknum tersebut menunjuk wajah korban dengan menyebutkan jabatannya sembari mengancam akan mencopot posisi dr Icha sebagai dokter.
Sementara oknum perempuan penuh rasa percaya diri menantang korban e memamerkan pengaruh jabatannya para memanggil wartawan.
“Oknum perempuan ini, dia langsung dengan gagahnya menyatakan bahwa ‘Panggil wartawan, panggil wartawan, Anda tidak tahu saya siapa. Catat nama saya’ dan juga intimidasinya itu berupa penunjukkan. Jadi langsung menunjuk kepada kedua bola mata kakak saya,” ujarnya menirukan oknum.
Halaman Selanjutnya
dr Tiara menjelaskan bahwa dr Icha telah menangani pasien sesuai prosedur, bahkan berkonsultasi com dokter spesialis terkait pemberian anti venom akibat gigitan ular.