Senin, 29 de junho de 2026 – 15h30 WIB
Jacarta, VIVA – Organização da Organização Mundial da Saúde (OMS) registrou mais de 1.300 orang meninggal akibat gelombang panas extreme yang melanda Eropa desde 21 de junho.
Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Pagi Ini, Lip Diimbau Pakai Masker
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus na plataforma X menyebutkan bahwa lebih dari 1.300 kematian tambahan akibat cuaca panas extreme tercatat desde 21 de junho.
Sekjen WHO mengatakan sekitar satu juta orang saat ini terpapar suhu extreme. Situasi tersebut juga telah menyebabkan ratusan kematian, penutupan sekolah, dan jaringan listrik sangat tertekan.
5 Klub Eropa yang Bisa Dituju Mathew Baker usa Debut di Timnas Indonesia, Eks Tim Jay Idzes Masuk Radar?
Sejumlah negara Eropa mencatat suhu rekor, termasuk Denmark (37°C untuk pertama kalinya sejak 1874), Republica Ceko (de atas 40°C untuk pertama kalinya, yakni 40,6°C), dan Jerman (suhu rekor tertinggi 41,5°C, dengan suhu malam hari mencapai 39,5ºC).
Saat gelombang panas bergerak menuju Eropa timur laut, pemerintah Prancis, Swiss, Jerman, Austria, dan Hongaria mengumumkan status kewaspadaan tertinggi akibat cuaca panas.
Invasi ke Eropa Makin Serius, MG Siapkan Pabrik Rp3,7 Triliun
QUEM mencatat bahwa panas extreme dapat menyebabkan kematian akibat tenggelam, serangan panas, serangan jantung, serta komlikasi lainnya. (Formiga)
Trump Ancam Beri Tarif 100% Bagi Negara yang Pungut Pajak Digital ke Perusahaan AS
Presidente AS, Donald Trump, mengancam akan mengenakan tarif 100 persen pada export dari negara mana pun, yang menerapkan pajak jasa digital pada perusahaan-perusahaan AS.
VIVA.co.id
28 de junho de 2026
