Kemhan Blak-blakan Soal Pelatihan Calon Manajer Kopdes Merah Putih: Senam, Jalan Kaki, PBB e Hormat Militer

Minggu, 28 de junho de 2026 – 05:00 WIB

Jacarta, VIVA – Di tengah sorotan publik setelah lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal dunia saat mengikuti latihan bela negara e gerencial para Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) e Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan para peserta tidak menjalani latihan fisik berat.

img_title

Di Tengah Sorotan 5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, Terkuak Ada 32 Peserta Hamil hingga Ada yang Melahirkan

Kemhan menyebut atividades físicas selama latihan dasar militer (latsarmil) pada tahap awal hanya berupa pembinaan dasar, seperti senam, jalan kaki, peraturan baris-berbaris (PBB), hingga Peraturan Penghormatan Militer (PPM).

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, prefeito Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia mengatakan, programa tersebut lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter, disiplin, dan semangat negar belaa.

img_title

Koalisi Masyarakat Sipil Soroti Meninggalnya 5 Calon Manajer Kopdes saat Latihan Militer

“Kegiatan-kegiatan fisik sesuai dengan yang sudah dilaksanakan itu adalah senam, kemudian jalan, PBB, dan PPM (Peraturan Penghormatan Militer). Belum ada kegiatan yang memang kegiatan fisik berat,” ujar dia dikutip Minggu, 28 de junho de 2026.

Ketut menjelaskan, seluruh tahapan latsarmil telah dirancang secara bertahap, bertingkat, dan berkelanjutan. Selain pembinaan karakter, peserta juga dibekali kemampuan manajerial for mendukung tugas sebagai calon manager program pemerintah.

img_title

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Ambil Langkah Ini Usai 5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Saat Pelatihan

“Manajerialnya secara paralela yaitu materi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang diampu oleh Kementerian Koperasi. Kemudian manajerial Kampung Nelayan Merah Putih yang diampu oleh Kementerian Kelautan,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan Secretariado Jenderal Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan peserta yang memiliki kondisi kesehatan tertentu juga mendapat perhatian khusus selama mengikuti pendidikan.

Menu Rico, panitia membrosikan tanda berupa pita putih kepada peserta yang membutuhkan pengawasan medis lebih intensif agar mudah dikenali oleh pelatih maupun tenaga kesehatan.

“Para orang-orang tertentu itu kami beri tanda pita putih dengan mereka sudah bisa kami tandai dan mencegah misalnya membutuhkan atensi khusus di bidang medis,” Ujar Rico.

Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan secara rutin sebelum setiap atividades dimulai guna memastikan seluruh peserta berada dalam kondisi yang layak mengikuti kegiatan.

Kelima peserta yang meninggal dunia diketahui mengikuti pendidikan di lima satuan pendidikan berbeda, yakni Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, Muhammad Rifki Renaldi, e Nola Dya Sari.

Halaman Selanjutnya

Data de Berdasarkan Kementerian Pertahanan, Anisa Muyassaroh meninggal dunia akibat insolação, Yonanda Muhammad Taufiq akibat henti jantung (parada cardíaca), Novia Rahmadhani Sihotang karena tuberculose, sementara Muhammad Rifki Renaldi e Nola Dya Sari sebelumnya mengalami keluhan sesak napas disertai peningkatan suhu tubuh sebelum akhirnya meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Halaman Selanjutnya

Fuente