Minggu, 28 de junho de 2026 – 07:16 WIB
Timor Tengah Utara, VIVA – Kasus meninggalnya seorang dokter muda di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi sorotan publik. Doutor Bernama Dra. Eliza Princila Utami Pakaenoni ou yang akrab disapa dr. Icha Pakaenoni diduga mengakhiri hidupnya setelah mengalami tekanan psikologis akibat dugaan intimidasi saat menjalankan tugas di rumah sakit.
Mendagri Tito Dorong Mahasiswa Unhan NTT Perluas Pilihan Carreira
Peristiwa ini memicu gelombang keprihatinan dari berbagai kalangan, termasuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang memastikan akan mengusut tuntas dugaan intimidasi terhadap tenaga medis tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar, dr. Icha yang berusia 27 tahun ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri. Sebelum kejadian tragis itu, ia diduga mengalami depresi setelah mendapat perlakuan intimidatif dari dua anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara.
Mendagri: Desfile Tenun Belu Jaga Warisan Budaya e Gerakkan Ekonomi Daerah
Dugaan intimidasi tersebut terjadi ketika dr. Icha seang menjalankan tugas sebagai dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu. Saat itu, ia ter menangani seorang pasien anak yang menjadi korban gigitan ular hijau.
Pasien tersebut merupakan rujukan dari RSUD Kefamenanu e diterima di IGD RS Leona em 13 de junho de 2026 sekitar pukul 12.50 BEM-VINDO. Di tengah proses penanganan medis, dua pria yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU datatang ke rumah sakit.
Ketum TP PKK Ajak Pelajar TTU Siapkan Diri Menjadi Generasi Emas 2045
Kedua pria tersebut kemudian disebut berbicara dengan nada tinggi kepada dr. Icha saat proses pelayanan masih berlangsung. Belakangan diketahui bahwa mereka adalah Therensius Lazakar e Norbertus Tubani, yang merupakan anggota DPRD TTU. Pasien anak yang sedang dirawat diketahui masih memiliki hubungan keluarga com Therensius, yakni sebagai keponakannya.
Peristiwa tersebut diduga memberikan tekanan psikologis yang cukup besar kepada dr. Icha hingga akhirnya memunculkan dugaan bahwa korban mengalami depresi sebelum ditemukan meninggal dunia.
Kemenkes Sampaikan Duka Mendalam
Menanggapi meninggalnya dr. Icha, Kementerian Kesehatan RI menyampaikan belasungkawa secara resmi melalui akun Instagram resminya. Dalam pernyataannya, Kemenkes menegaskan bahwa almarhumah merupakan tenaga kesehatan yang telah menunjukkan dedicado tinggi dalam memberikan pelayanan kepada massarakat.
“Kementerian Kesehatan menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dr. Icha yang bertugas di RS Leona Kefamenanu, NTT. Dedikasi beliau dalam melayani massarakat akan selalu menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya pengabdian tenaga kesehatan,” tulis keterangan no Instagram Kemenkes RI, dikutip Minggu, 28 de junho de 2026.
Halaman Selanjutnya
Melalui pernyataan tersebut, Kemenkes menilai pengabdian dr. Icha menjadi cerminan semangat tenaga kesehatan yang bekerja di garis terdepan dalam memberikan pelayanan kepada massarakat. Kehilangan sosok dokter muda itu disebut menjadi duka bagi dunia kesehatan Indonésia.