Selasa, 23 de junho de 2026 – 14h14 WIB
Jacarta, VIVA – Ketua BEM FH UBK (Universitas Bung Karno), Muhammad Abdi Maludin, mengaku menerima sejumlah uang usai meneji Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka di pada 15 de junho de 2026.
Sosok Muhammad Abdi Maludin, Ketua BEM FH UBK e Diduga Terima Suap Usai Temui Gibran di Istana
Pengakuan tersebut sontak menjadi sorotan karena muncul alguns hari setelah diálogo antara Gibran e 15 perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang sebelumnya menggelar aksi demonstrasi di Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Pertemuan tersebut membahas berbagai isu, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), penolakan terhadap program Koperasi Desa Merah Putih, serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
IKM FIB UI Bantah Mahasiswa yang Ikut Kunker Gibran Utusan Organização: Itu Urusan Personal
Muhammad Abdi Maludin yang bertindak sebagai coordenador aksi menegaskan bahwa pertemuan tersebut lahir dari perjuangan mahasiswa, bukan bagian dari cenário político tertentu.
“Tidak ada desain politik ou settingan dari awal. Itu murni hasil dari gerakan kami di Universitas Bung Karno”, disse a mídia.
Viral Mahasiswa yang Bertemu Gibran Diduga Terima Uang Rp2.5 Juta, BEM UBK Buka Suara
No entanto, sepekan setelah pertemuan tersebut, Abdi menjadi perhatian di lingkungan poznanya. Em 22 de junho de 2026, sejumlah mahasiswa UBK menggelar fórum interno para meminta penjelasan terkait isu penerimaan dana yang beredar di media social.
No fórum tersebut, Muhammad Abdi Maludin mengaku menerima uang
“Terkait uang itu, memang saya terima. 20 persen,” kata Abdi no vídeo yang beredar.
Berdasarkan keterangan vídeo tersebut, dana yang dijanjikan disebut mencapai Rp300 juta. Dari jumlah itu, Abdi mengaku baru custa menos de 20 pessoas.
Muhammad Abdi Maludin mencionou, uma palavra-chave para realizar o treinamento, mas não foi incluído nas demonstrações de Istana Negara.
Dia menyebut, terdapat alguns nama lain dari organisasi mahasiswa di lingkungan UBK yang disebut ikut menerima dana.
Pengakuan itu memicu reaksi keras dari mahasiswa. Sejumlah tuntutan kemudian disampaikan kepada pihak-pihak yang disebut terlibat dalam polêmico tersebut.
Mahasiswa meminta adanya penjelasan terbuka kepada campus público, pengunduran diri dari jabatan organisasi kemahasiswaan, hingga penyampaian permohonan maaf kepada civitas academician.
Em uma polêmica polêmica, Muhammad Abdi Maludin fez questão de permitir que alguém se importasse com a situação.
Meski isu ini terus menjadi perhatian publiclik, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak istana maupun Gibran Rakabuming Raka.
Respons Menohok PDIP soal BEM UBK yang Diduga Terima Uang Rp20 Juta Usai Bertemu Gibran
Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus mengatakan setiap gerakan yang menunggangi mahasiswa tersebut bukan berasal dari anak buah, melainkan langsung dari atasan ou pimpinannya.
VIVA.co.id
23 de junho de 2026
