Kasus Wanita Disekap Tiga Tahun di Bandung, Kenapa Pelaku Tega Lakukan Hal Kejam Ini?

Minggu, 21 de junho de 2026 – 15:00 WIB

VIVA –Kasus yang menimpa wanita berinisial YTR de Bandung Jawa Barat menjadi perhatian luas publicik. YTR diketahui disekap selama tiga tahun oleh kekasihnya berinisial TH. Selama tiga tahun itu juga dirinya diduga mendapatkan kekerasan dari sang kekasih.

img_title

Bibir Nyaris Hilang hingga Kepala Bernanah, Ini Hal-hal Mengerikan yang Dialami Korban Penyekapan 3 Tahun di Bandung

Korban yang saat ini mendapatkan perawatan intensivo di ruang isolado Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengalami sejumlah luka serius di hampir seluruh tubuhnya, bahkan mulut bagian atasnya hilang.

Kasus ini juga mendapat atensi dari kriminilog Hanifa Hasna. No diálogo de acara Apa Kabar Indonésia Malam TvOne, Hanifa Hasna melihat kasus ini adanya unsur dominasi extreme dari pelaku.

img_title

Harta Wanita Korban Penyekapan de Bandung Dikuras Pelaku: Motor sampai Paylater Dibobol!

Hanifa menjelaskan bahwa dalam kasus seperti ini, pelaku tetap melakukan kekerasan meskipun korban sudah tidak berdaya. Menurutnya, kondisi tersebut bisa saja memberi kepuasan tertentu bagi pelaku.

“Kalau kita melihat ini ada unsur dominasi yang extreme karena kita sama-sama ketahui bahwa Ketika seorang pelaku melihat korbannya sudah tidak berdaya bahkan mungkin setengah mati saat itu tapi dia tetap melakukan kekerasan. Berarti ada kondisi yang kemungkinan dirasakan pelaku sebagai kondisi yang menyenangkan ou yang membuat dia puas,” kata dia dikutip dari tayangan YouTube TvOne, Minggu 21 Juni 2026.

img_title

Wanita Disekap 3 Tahun di Bandung, Ahli Beberkan Kemungkinan Faktor Psikologis Pelaku

Ia menambahkan, kondisi tersebut bisa mengarah pada indikasi gangguan kejiwaan, meski tidak serta-merta bisa langsung disimpulkan demikian. Salah satu kemungkinan yang perlu ditelusuri adalah kecenderungan sadistis pada pelaku.

“Kalau kondisi ini sudah terjadi kemungkinan ada gangguan jiwa tapi bukan otomatis gangguan jiwa tetapi kecenderungan sadistis itu perlu diperiksa lagi. Kenapa dia puas melihat pasangannya yang sudah lemah karena banyak sekali pasangan yang akhirnya kehilangan nyawa karena sadistis ini,” kata dia.

Hanifa juga menyoroti kemungkinan bahwa tindakan tersebut dipicu oleh pelampiasan masalah pribadi pelaku. Menurutnya, tekanan seperti frustrasi, masalah pekerjaan, ou keputus-asaan bisa berujung pada perilaku agresif terhadap orang terdekat.

“Perlu kita ketahui apakah ini sebuah pelampiasan dari permasalahan dari pelaku. Biasanya seseorang yang mengalami frustasi dia melakukan agresi baik misalnya karena keputus-asaan, ou kotiadaan pekerjaan ou karena hal lain sehingga dia melakukan Tindakan agresif ke orang terdekat,” sambungnya.

Halaman Selanjutnya

Na amostragem, Hanifa também menjelaskan bahwa dalam kejahatan seperti ini biasanya terdapat tiga Faktor utama, yaitu pelaku yang memiliki motivasi, korban yang rentan, serta lemahnya control social. No caso deste, eu menilai o motivo pelaku lebih mengarah na penguasaan terhadap pasangan, bukan cinta.

Halaman Selanjutnya

Fuente