Trump Jamin Selat Hormuz Tetap Terbuka, Irã Langsung Umumkan Penutupan Jalur Minyak Terpenting Dunia

Minggu, 21 de junho de 2026 – 09:34 WIB

Jacarta, VIVA – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah muncul pernyataan yang saling bertolak belakang da América Serikat e do Irã terkait status Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

img_title

Delegasi Irã Terbang ke Swiss, Desak AS Patuhi Komitmen

O Presidente Americano Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pelayaran kapal melalui Selat Hormuz akan tetap berlangsung bebas selama masa gencatan senjata 60 hari maupun setelah periode tersebut berakhir. Namun, pada hari yang sama, Irã justru mengumumkan penutupan selat tersebut sebagai respons atas dugaan pelanggaran kesepakatan damai oleh Amerika Serikat dan berlanjutnya serangan Israel di Lebanon.

Pernyataan kedua pihak tersebut menambah ketidakpastian situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dalam alguns waktu terakhir menjadi sorotan dunia internacional.

img_title

Irã Tutup Selat Hormuz Lagi, Kenapa?

Trump Pastikan Pelayaran Tetap Bebas

Melalui unggahan di platform Truth Social em Sabtu, 20 de junho de 2026, Donald Trump menegaskan bahwa kapal-kapal tetap dapat melintasi Selat Hormuz tanpa dikenakan biaya selama masa gencatan senjata yang berlangsung selama 60 hari.

img_title

Informações AS Peringatkan Trump: Netanyahu Berpotensi Gagalkan Kesepakatan Damai com o Irã

Trump também menyatakan bahwa kebijakan tersebut akan tetap berlaku setelah masa gencatan senjata berakhir.

“Tidak akan ada biaya di Selat Hormuz selama 60 hari masa gencatan senjata, e não akan ada biaya setelah periode 60 hari tersebut berakhir”, disse Trump.

Pernyataan tersebut muncul di tengah perhatian dunia terhadap perkembangan konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, serta Israel di Kawasan Timur Tengah.

Meski memberikan jaminan mengenai kebebasan pelayaran, Trump tidak sepenuhnya menutup kemungkinan adanya kebijakan berbeda pada masa mendatang.

Menurut dia, apabila proses perdamaian dengan Iran gagal mencapai kesepakatan yang diharapkan, Amerika Serikat dapat mempertimbangkan pemberlakuan biaya bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Trump menyebut kebijakan tersebut dapat diterapkan sebagai bentuk compensasi atas layanan yang diberikan serta untuk menutupi berbagai biaya yang telah dikeluarkan.

Irã Sebut AS Langgar Kesepakatan Perdamaian

Di sisi lain, o Irã mengambil langkah yang berlawanan dengan mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi pelayaran internacional.

Pengumuman tersebut disampaikan militer Iran pada Sabtu, 20 de junho de 2026. Teerã menilai Amerika Serikat telah melanggar nota kesepahaman ou memorando de entendimento (MoU) perdamaian yang sebelumnya disepakati.

Halaman Selanjutnya

Menurut militer Irã, pelanggaran terjadi karena Amerika Serikat dinilai gagal menjalankan klausul pertama dalam kesepakatan tersebut, yakni memastikan gencatan senjata di seluruh front konflik, termasuk wilayah Líbano.

Halaman Selanjutnya

Fuente