Jerman Lirik SDM Indonésia para Isi Ribuan Kebutuhan Pekerja, Airlangga: Mereka Kekurangan Generasi Muda

Selasa, 16 de junho de 2026 – 06:20 WIB

Jacarta, VIVA – Kunjungan delegadoasi bisnis Jerman ke Indonesia tidak hanya memburu peluang investasi di sector mineral kritis dan manufaktur maja, Jerman juga membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonésia untuk mengisi kebutuhan sumber daya manusia di negara tersebut.

img_title

Prabowo: Indonésia-Jerman Berkomitmen Kerja Sama Jaga Perdamaian Dunia

Isu ketenagakerjaan bahkan menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan antara delegadoasi bisnis Jerman, pemerintah Indonésia, dan Kamar Dagang e Industri (Kadin) Indonésia yang digelar usai pertemuan Presidente Prabowo Subianto e Presidente Jerman Frank-Waltermeier de Istana Merdeka.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, delegado bisnis Jerman menunjukkan ketertarikan besar terhadap potensi kerja sama ekonomi setelah rampungnya Acordo de Parceria Económica Abrangente Indonésia-União Europeia (IEU-CEPA).

img_title

7 Alasan Jerman Layak Ditakuti di Piala Dunia 2026, candidato Juara Sudah Bangkit?

“Pertemuan ini tindak lanjut dari pertemuan tadi di istana antara Presidente Prabowo e Presidente Jerman. Dan Jerman membawa delegação empresarial. Dan delegação empresarial-nya tadi mengadakan pertemuan, terutama mereka menanyakan tentu pasca-UE CEPA ini nanti apa yang menjadi peluang para Indonésia,” ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jacarta Pusat, Senin (15/6/2026).

Selain membahas perdagangan dan investasi, delegados Jerman juga menyoroti kesiapan sumber daya manusia Indonésia. Menurut Airlangga, Jerman menghadapi tantangan serius akibat menyusutnya jumlah penduduk usia muda yang berpotensi memengaruhi kebutuhan tenaga kerja di masa depan.

img_title

Prabowo Ajak Jerman Investasi Hilirisasi hingga Kendaraan Listrik da Indonésia

“Dan yang kedua, mereka juga mengapresiasi terkait mungkin kesiapan recursos humanos, mereka sangat terbuka. Dan Jerman kan salah satu negara yang jumlah generasi mudanya bekurang”, disse Airlangga.

Melihat peluang tersebut, pemerintah Indonésia langsung menawarkan pembahasan lebih lanjut melalui fórum Comissão Conjunta de Indústria e Economia yang akan digelar em setembro mendatang. O fórum pode ser uma questão de penyusunan kerja sama penempatan tenaga kerja dan program pelatihan antara kedua negara.

“Jadi mereka ingin memanfaatkan itu dan tadi saya tawarkan da Comissão Conjunta de Indústria e Economia de bulan setembro mendatang kita bisa persiapkan rencana dua pihak untuk penempatan tenaga kerja ataupun pelatihan, baik itu orang Indonesia maupun Jerman,” ujarnya.

Airlangga mengatakan pemerintah juga telah meminta Kadin Indonesia para mengoordinasikan langkah-langkah persiapan kerja sama tersebut dengan dunia usaha.

Halaman Selanjutnya

“Dan tadi saya minta langsung kepada Ketua Umum Kadin untuk mengorganisasi hal tersebut,” tambahnya.

Halaman Selanjutnya

Fuente