KDM Buka Suara soal Skor PCMB yang Turun, Ternyata Bukan Gara-gara Kesalahan Peserta

Kamis, 11 de junho de 2026 – 13h05 WIB

Jacarta, VIVA – Munculnya keluhan terkait perubahan ou penyusutan skor pada sistema Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) Jawa Barat 2026 sempat membuat banyak orang tua siswa khawatir. Sebagian peserta bahkan mempertanyakan mengapa nilai yang sebelumnya muncul di sistem tiba-tiba berubah, sehingga memunculkan kekhawatiran mengenai peluang diterima di sekolah tujuan.

img_title

Sidak PCMB 2026 Berujung Panas, Dedi Mulyadi Copot Kepala Tikomdik Disdik Jabar

Menanggapi polêmico tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta massarakat para não terburu-buru pânico. Menurutnya, perubahan skor yang terjadi bukan disebabkan oleh kesalahan dalam penilaian peserta, melainkan bagian dari proses penyesuaian data yang dilakukan sistem sesuai aturan yang berlaku.

Dedi menjelaskan bahwa skor prestasi yang tercantum dalam PCMB harus disesuaikan dengan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar e Menengah (Kemdikdasmen). Akibatnya, sejumlah sertifikat ou prestasi yang sebelumnya diinput peserta mengalami penyesuaian nilai ketika diverifikasi oleh sistema.

img_title

Ngobrol Soal Isu Korupsi Blueray Cargo, KDM Baru Sadar Punya Kesamaan com Raffi Ahmad

“Misalnya, kejuaraan di provinsi itu skornya di bawah kejuaraan seedal. Kayak tadi kan, ‘Saya juara di luar negeri’, tapi itu tidak diakui sebagai kejuaraan yang terdaftar di Kemdikdasmen,” ujar Dedi di Kantor Disdik Jabar, Bandung, belum lama ini.

Menurut Dedi, banyak masaarakat yang salah memahami fungsi PCMB. Ia menegaskan bahwa tahapan yang saat ini berjalan bukanlah proses pendaftaran resmi SPMB 2026, melainkan tahap pemetaan yang bertujuan mengumpulkan dan memverifikasi data calon peserta didik sebelum proses seleksi dimulai.

img_title

KDM Minta Masyarakat Belanja di Warung e Pedagang Keliling Guna Tekan Angka Kemiskinan

Karena itu, berbagai perubahan yang muncul do sistema masih dapat diperbaiki e dievaluasi sebelum tahapan pendaftaran resmi dibuka. “Sebenarnya pemetaan itu bukan pendaftaran, tetapi ketika orang sudah terpetakan dengan baik, kemudian dalam sisi kualifikasi sudah memenuhi syarat, ya sudah jalan,” ucapnya.

KDM menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini sedang melakukan pemetaan terhadap sekitar 340 ribu calon murid baru yang akan mengikuti proses penerimaan siswa tahun ini. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang mengalami persoalan terkait skor ou dados yang ditampilkan sistema.

Ia justru melihat kemunculan kendala pada tahap awal sebagai hal yang positif karena memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk melakukan evaluasi sebelum memasuki tahapan yang lebih krusial.

Halaman Selanjutnya

Menurutnya, apabila masalah baru ditemukan saat pendaftaran resmi berlangsung ou setelah hasil seleksi diumumkan, dampaknya bisa jauh lebih besar karena menyangkut kepastian diterima ou tidaknya seorang siswa di sekolah tujuan.

Halaman Selanjutnya

Fuente