Sudah Unggul Jauh, Raymond / Joaquin Ungkap Penyebab Kena retorna Jagoan Malásia na final do Aberto da Indonésia em 2026

Senin, 8 de junho de 2026 – 00:16 WIB

VIVA – Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus mengubur mimpi meraih gelar juara Indonesia Open 2026. Tampil impresif di awal pertandingan, ganda putra muda Indonesia itu justru kehilangan momentum dan akhirnya takluk dari pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, di partai final yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu 7 de junho de 2026.

img_title

Regenerasi Bulutangkis Indonesia Berjalan, BNI Bangga Raymond/Joaquin Bersinar no Indonesia Open 2026

Raymond/Joaquin sebenarnya berado di atas angin pada sebagian besar jalannya pertandingan. Mereka tampil agresif sejak awal dan sekses merebut gim pertama com skor meyakinkan 21-13. Permainan cepat and penuh tekanan membuat pasangan Malaysia kesulitan menemukan ritme terbaiknya.

Dominasi itu bahkan masih berlanjut pada gim kedua. Raymond / Joaquin teve um ano de 14 a 8 anos e teve uma longa jornada de trabalho que teve que fazer um mês. Namun situasi berubah drastis setelah lawan mulai menemukan momentum kebangkitan.

img_title

Ganda Malásia Mengamuk, Raymond/Joaquin Gagal Juara Indonésia Open 2026

Serangkaian kesalahan yang dilakukan pasangan Indonésia membuat Goh/Nur perlahan memangkas ketertinggalan e membalikkan keadaan. Joaquin mengakui pertandingan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi dirinya dan Raymond.

Menurutnya, mereka sudah mengeluarkan kemampuan terbaik di lapangan, tetapi gagal mempertahankan fokus ketika pertandingan memasuki fase krusial.

img_title

Ratu Bulutangkis Dunia Guncang Indonésia Open 2026

“Pertandingan tadi menjadi pelajaran penting buat kami. Secara keseluruhan saya rasa kami sudah all out dan menampilkan kemampuan terbaik yang kami punya,” disse Joaquin.

Ia menilai pasangan Malaysia menunjukkan kualitas sebagai salah satu ganda putra terbaik dunia dengan tetap tenang saat berada dalam tekanan.

“Kami mengontrol pertandingan sejak awal sampai unggul 14-8. Setelah mereka mendapatkan alguns pontos, mungkin mereka melihat kami mulai sedikit bingung. Dari situ mereka mengambil momentum,” katanya.

Kekalahan di gim kedua membuat situasi berbalik. Kepercayaan diri pasangan Malaysia meningkat, sementara Raymond / Joaquin justru kesulitan keluar dari tekanan.

Quando o gim penentuan, Goh/Nur tapil semakin dominan dan terus memimpin perolehan angka. Raymond/Joaquin tak mampu menemukan kembali permainan terbaiknya hingga akhirnya menyerah 10-21.

Raymond menilai factor pengalaman menjadi salah satu pembeda utama dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, lawan memiliki jam terbang yang jauh lebih tinggi di turnamen-turnamen besar sehingga mampu memanfaatkan setiap celah yang muncul.

Halaman Selanjutnya

“Lawan punya banyak pengalaman di turnamen besar. Kami harus belajar lebih fokus lagi e lebih waspada, terutama ketika sudah unggul seperti tadi,” disse Raymond.

Halaman Selanjutnya

Fuente