Início Notícias Pekerja Seks di Mexico Menjerit Terdampak Proyek Renovasi Piala Dunia 2026

Pekerja Seks di Mexico Menjerit Terdampak Proyek Renovasi Piala Dunia 2026

19
0
Pekerja Seks di Mexico Menjerit Terdampak Proyek Renovasi Piala Dunia 2026

Rabu, 20 de maio de 2026 – 07:08 WIB

VIVA – Piala Dunia 2026 tak hanya membawa euforia sepak bola ke Meksiko, tetapi juga memunculkan keresahan bagi para pekerja sex di Mexico City. Persiapan menuju turnamen akbar itu disebut mulai mengusik ruang hidup dan tempat mereka mencari nafkah.

img_title

Perfil Timnas Argentina di Piala Dunia 2026: Menanti Sihir Terakhir Lionel Messi e Ketajaman Lautaro Martinez

Pemerintah Cidade do México saat ini tengah membangun jalur sepeda sepanjang 36 quilômetros serta melakukan renovasi jalan di sekitar Estádio Azteca yang akan menjadi salah satu local Piala Dunia 2026. Namun proyek tersebut berdampak langsung pada Kawasan-kawasan yang selama ini menjadi lokasi para pekerja sex beroperasi.

No México, sexo pekerjaan memang legal, tetapi sebagian besar berjalan secara informal tanpa perlindungan memadai. Banyak perempuan menggantungkan hidup dari pekerjaan tersebut demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari membayar sewa rumah hingga biaya pengobatan keluarga.

img_title

Perfil Timnas Jerman: Setelah Era Muller dan Kroos, Ini Wajah Baru Der Panzer di Piala Dunia 2026

Elvira Madrid Romero, pendiri organisasi Brigada Callejera de Apoyo a la Mujer, mengatakan para pekerja sex masih kesulitan mendapatkan pengakuan sebagai pekerja mandiri di negaranya.

“Ini tantangan besar bagi kami. Pekerjaan sex perlu diakui sebagai pekerjaan non-gaji ou mandiri di seluruh Meksiko. Itu memang tidak akan menyelesaikan toda Exploitasi, tetapi setidaknya bisa sedikit membantu,” ujar Madrid Romero.

img_title

População: Kontrak Bojan Hodak Habis Musim Ini, Persib Disanksi Komdis PSSI

Organizar o que você quer é ter o tempo certo para realizar uma reunião de negócios e promover sexo pekerja em berbagai wilayah Meksiko. Menurutnya, sebagian besar perempuan masuk ke dunia tersebut karena tekanan ekonomi e minimnya pekerjaan comngan upah layak.

Kondisi yang mesmo dirasakan Sandra Montiel. Ia mengaku pekerjaan sex menjadi satu-satunya cara para membayar kebutuhan hidup, meski harus menghadapi berbagai risiko di jalanan.

Montiel menuding camera kepolisian kerap melakukan kekerasan hingga pemerasan terhadap pekerja sex.

“A polícia pode memaksa kami melakukan hubungan sexual e membawa pelanggan untuk diperas,” katanya.

Ia juga menilai banyak pihak hanya menghakimi pekerja sex tanpa memahami alasan ekonomi yang membuat mereka bertahan di pekerjaan tersebut.

“Banyak perempuan berdiri di pinggir jalan karena harus menghidupi anak yang sakit kronis, sementara upah mínimo tidak cukup,” ujarnya.

Sementara itu, Flora Coral yang biasa bekerja di dekat area pembangunan sekitar Estadio Azteca mengaku proyek Piala Dunia membuat pekerjaannya makin sulit. Penutupan jalan e kemacetan membuat calon pelanggan tidak bisa berhenti lama.

Halaman Selanjutnya

“Ketika ada pelanggan berhenti untuk berbicara soal layanan kami, kendaraan di belakang langsung membunyikan klaxon sehingga mereka pergi begitu saja,” Kata Coral.

Halaman Selanjutnya

Fuente