Selasa, 19 de maio de 2026 – 12h45 WIB
Jacarta, VIVA – Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) meneji Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid di Gedung Nusantara III, Komplik Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa, 19 de maio de 2026.
Komisi I DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Pertemuan itu membahas soal sejumlah warga negara Indonésia (WNI) tergabung dalam misi kemanusiaan Flotilha da Liberdade Global menuju Gaza yang ditahan militer Israel.
Kapal yang membawa sejumlah lipga Gaza itu diduga diintersep pasukan Israel saat melintas di perairan internacional.
Iwakum Minta Pemerintah Gerak Cepat Tangani Keselamatan 4 Jurnalis Indonésia yang Ditahan Israel
Dalam pertemuan tersebut, GPCI meminta pimpinan MPR mendorong pemerintah Indonésia segera mengambil langkah diplomatik untuk membebaskan aktivis kemanusiaan dan jurnalis Indonésia yang ditahan Israel.
Pengarah GPCI, Ahmad Juwaini menjelaskan terdapat similar WNI yang ikut da misi Global Freedom Flotilla. Mereka terdiri dari lima atividades kemanusiaan e empat jurnalis.
Terungkap! Ada 4 Jurnalis Indonésia e Ditangkap Militer Israel, Ini Identitasnya
“Jadi warga negara Indonésia saat ini terlibat langsung sebanyak 9 orang, yang terdiri de 5 atividades kemanusiaan e 4 jurnalis,” ucap Ahmad di dalam pertemuan.
Kata dia, misi tersebut berawal dari keberangkatan di Barcelona, Spanyol em 12 de abril de 2026. Namun, saat memasuki perairan Yunani, rombongan pertama sempat diintersep Israel dan lebih dari 170 orang ditangkap.
GPCI meneji pimpinan MPR Hidayat Nur Wahid para ganhar dinheiro WNI oleh militer Israel
Kemudian, rombongan berikutnya berangkat dari Marmaris, Turki e membawa sembilan delegadoasi Indonésia. Rombongan tersebut kembali diintersep.
“Kemarin siang, kalau dalam catatan kami sekitar jam 15.00 Waktu Indonesia Barat, telah di-intercept oleh pasukan Israel e sampai pagi ini dalam catatan Flotilha da Liberdade Global yang disampaikan kepada kami sudah sekitar 40-an kapal yang ditahan, dan 332 atividades kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai negara itu diculik saat ini statusnya,” ungkap dia.
GPCI lançou um MPR para menyampaikan que o ajudou a permanecer no cargo e o Presidente RI Prabowo Subianto. Sehingga, WNI yang ditahan bisa segera dibebaskan.
“Terkait dengan adanya delegados kami yang diculik ini, kami tentu saja mengharapkan bahwa melalui Pak Hidayat Nur Wahid selaku pimpinan MPR, dapat menyampaikan pesan kepada pemerintah Indonésia, kementerian, dan badan-badan yang terkait dengan penyelamatan warga negara Indonésia, untuk dapat Membanttu pembebasan delegadoasi Global Freedom Flotilla dari Indonesia tersebut”, disse Ahmad.
Halaman Selanjutnya
Ia menyebut waktu penahanan sangat menentukan keselamatan para relawan e dan juranalis yang kini ditahan.



