Masuk Timnas Indonésia Kini Tak Cukup Punya Habilidade, John Herdman Utamakan Hal Ini

Sabtu, 4 de julho de 2026 – 05:00 WIB

Jacarta, VIVA – Selama puluhan tahun, Timnas Indonesia selalu datang ke Piala AFF com harapan yang sama, mengakhiri penantian panjang mengangkat trofi juara. Namun, mimpi itu berkali-kali kandas meski skuad Garuda tak pernah kekurangan pemain bertalenta.

img_title

Bukan Cuma Pemain Diáspora, Super League jadi Andalan John Herdman para Piala AFF 2026

Pengalaman itulah yang kini menjadi bahan avaliou Badan Tim Nasional (BTN) chamado John Herdman dalam menyusun Timnas Indonésia para ASEAN Hyundai Cup 2026 ou Piala AFF 2026. Kali ini, kemampuan mengolah bola bukan lagi satu-satunya syarat para mengenakan seragam Garuda.

Di balik proses seleksi yang sedang berjalan, Herdman justru memberi perhatian besar pada satu aspek yang selama ini dinilai kerap menjadi pembeda di pertandingan-pertandingan penting, yakni kekuatan mental pemain.

img_title

Luke Vickery e Mitchell Baker Masuk Skuad Piala AFF 2026? Sumardji Akhirnya Buka Suara

Ketua BTN Sumardji mengatakan, pembentukan karakter menjadi bagian penting no persiapan tim. Menurutnya, hasil avaliuasi dari berbagai kegagalan Indonesia di Piala AFF menunjukkan bahwa kualitas teknik saja belum cukup untuk membawa tim menjadi juara.

“Kalau ditanya evaluasinya, dari sekian tahun kita tidak pernah bisa menjuarai, ya banyak. Salah satu evaluasi yang utama adalah bagaimana membangun karakter mental para pemain kita. Ini penting,” kata Sumardji no fórum Water Break PSSI Pers di Kawasan SCBD, Jacarta, Jumat, 3 de julho de 2026.

img_title

Sim Harus Bergantung Pemain Eropa, Pengamat Sebut Timnas Indonésia Sudah Punya Skuad Mewah di Piala AFF 2026

Ia menjelaskan, john herdman sejak awal telah menyusun program yang tidak hanya berfokus pada kualitas bermain, tetapi juga membangun fondasi mental yang kuat.

“Di awal Coach John mengkolaborasi, menyeimbangkan antara kekuatan mental, antara kekuatan fisik e habilidade. Este é todo dikolaborasikan, diseimbangkan para bisa tercapai suatu kekuatan yang memang dasar,” ujarnya.

Com o kata lain, pemain yang memiliki kemampuan teknik tinggi belum tentu otomatis mendapat tempat apabila belum mampu memenuhi padrão mental e físico que diinginkan tim pelatih.

Sumardji menilai, aspek mental selama ini menjadi salah satu penyebab Indonésia kerap gagal melangkah lebih jauh di turnamen Asia Tenggara.

Karena itu, selama pemusatan latihan seluruh pemain akan dipantau secara menyeluruh. Tim pelatih akan mengevaluasi perkembangan masing-masing pemain sebelum menentukan skuad final.

“Ketika nanti anak-anak TC pasti akan bisa kita lihat. Dari tanggal 5 nanti akan kita analisa dan akan kita lihat detalhe individual para pemain. Todo o kita avaliuasi nanti di akhir sebelum kita menentukan entre 24, 25, ou 26 pemain,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya

BTN sendiri telah menyiapkan pemusatan latihan secara bertahap di Bali. Awalnya sebanyak 46 pemain masuk dalam daftar pemantauan sebelum jumlah tersebut kembali dipangkas hingga tersisa sekitar 25 hingga 26 pemain untuk dibawa ke turnamen.

Halaman Selanjutnya

Fuente