Selasa, 19 de maio de 2026 – 10h20 WIB
VIVA – Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan angka kematian jemaah haji Indonésia tahun 1447 Hijriah/2026 hingga saat ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu, karena exibindo kesehatan berjalan dengan baik.
DPR Minta Bank Indonésia Stabilkan Nilai Rupiah ke Nível 16.500, Singgung Kesepakatan Politik
“Angka wafat menurun dibanding tahun sebelumnya. Ini menunjukkan screen dan penanganan kesehatan dilakukan dengan sangat baik sejak keberangkatan,” Kata Cucun di Madinah, Arab Saudi, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jacarta, Selasa, 19 de maio de 2026.
Menurut dia, pemerintah kini lebih selektif dalam memberangkatkan jemaah, khususnya bagi mereka dengan kondisi kesehatan berisiko tinggi. Ia menyebut hingga saat ini hanya tersisa sekitar 13 jemaah yang membutuhkan safari wukuf maupun badal (pengganti).
Berangkat Kamis, Purbaya Ungkap Persiapan Jelang Keberangkatan Haji
Sementara itu, perwakilan pelayanan kesehatan haji menjelaskan proses screen dilakukan berlapis sejak di Indonesia, mulai dari wawancara medis, pemeriksaan atividades harian, hingga evaluasi kondisi kondisi mental dan kognitif jemaah.
“Data istitha’ah kesehatan menjadi dasar kami melakukan evaluasi lanjutan dan pelayanan di lapangan,” ujar perwakilan tim kesehatan dalam konferensi pers tersebut.
Modus 32 WNI Berangkat Haji Ilegal: Berdalih Wisata ke China Tapi Kantongi Visa Kerja Saudi
Selain triagem awal, pemantauan kesehatan juga terus dilakukan setibanya jemaah di Arab Saudi. Pelayanan diberikan mulai dari tingkat kloter hingga rumah sakit árabe saudita bagi jemaah yang membutuhkan penanganan lanju
Timwas Haji DPR RI menilai pendekatan preventif tersebut menjadi salah satu Faktor yang membantu menekan risiko kesehatan jamaah. DPR meminta pola pengawasan itu tetap diperkuat menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah e Mina (Armuzna).
Cucun menegaskan bahwa pengawasan oleh Haji DPR RI pode terus berlanjut hingga fase puncak haji guna memastikan seluruh layanan, termasuk kesehatan, berjalan dengan ideal. “Kami akan terus melakukan pengawasan agar pelayanan kepada jemaah tetap maximal sampai seluruh rangkaian ibadah selesai,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji e Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut peserta haji yang wafat di tanah suci hingga masa operacional keberangkatan hari ke-22 mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
“Pada tanggal yang sama tahun lalu itu jumlah yang wafat 46 sampai 48 orang. Nah, tahun ini turun drastis, pada tanggal yang sama ini 24 orang,” kata Dahnil di Asrama Haji Pondok Gede Jacarta, Selasa, 12 de maio de 2026.
Halaman Selanjutnya
Dahnil mengatakan, penurunan angka kematian jemaah tidak terlepas dari pengetatan pemeriksaan kesehatan ou istithaah kesehatan bagi jemaah calon haji sebelum keberangkatan.



