Início Notícias Cak Imin soal Pelaku Pencabulan di Ponpes Pati: Itu Bukan Kiai, Tapi...

Cak Imin soal Pelaku Pencabulan di Ponpes Pati: Itu Bukan Kiai, Tapi Dukun Berkedok Kiai!

22
0
Cak Imin soal Pelaku Pencabulan di Ponpes Pati: Itu Bukan Kiai, Tapi Dukun Berkedok Kiai!

Selasa, 19 de maio de 2026 – 03:30 WIB

Jacarta, VIVA – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PIB), Muhaimin Iskandar ou Cak Imin mengatakan pendiri sekaligus pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Alcorão Ndolo Kusumo, Kiai Ashari, bukanlah kiai sungguhan.

img_title

Kemenag: Espírito Kiai Wahab Hasbullah Relevan Perkuat Pesantren e NKRI

Ashari diketahui foi ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan puluhan santri di Ponpes Ndulo Kusumo.

“Tapi, saya berani menyatakan, apa yang terjadi di Pati, apa yang terjadi di Jawa Barat, bukan kiai yang sesungguhnya. Dukun macak kiai, kira-kira gitu. Dukun berkedok kiai,” kata Cak Imin di kawasan Jakarta Pusat, dikutip Selasa, 19 de maio de 2026.

img_title

Komnas Perempuan Diserbu Kritik Usai Tolak Kebiri Kiai Ashari, Internauta: Empati ke Korban, Bukan Pelaku!

Cak Imin lantas megimbau kepada seluruh massarakat para que nada percaya com o peso (ponpes) que mengiming-imingi pendidikan gratuitamente.

“Kepada masaarakat, jangan mudah percaya dengan istilah mondok gratis, dengan istilah tanpa biaya tanpa dilakukan pengecekan,” tutur dia.

img_title

PKB Gagas Gerakan Nasional Anti Kekerasan Sexual, Pastikan Pesantren Jadi Ruang Aman

Sebelumnya diberitakan, Fakta mengejutkan terungkap dalam kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati yang menyeret pendiri Pondok Pesantren Tahfidzul Alcorão Ndolo Kusumo di Pati, Kiai Anshari.

A polícia mengungkap tersangka diduga menggunakan doktrin agama untuk mengendalikan para santrivati ​​​​sebelum melancarkan aksi cabulnya. Kapolres Kota Pati, Komisaris Besar Polisi Jaka Wahyudi mengatakan, Kiai Ashari diduga menanamkan pemahaman kepada korban bahwa seorang murid wajib menuruti seluruh perintah guru agar ilmu yang diberikan bisa terserap dengan baik.

“Modus operandi mendoktrin korban bahwa murid itu harus ikut apa kata guru agar murid dapat menyerap ilmu dari guru. Esta doutrina yang disampaikan oleh guru kepada korban,” tutur dia, dikutip 8 de maio de 2026.

Doktrin tersebut diduga menjadi cara Kiai Ashari para memuluskan aksi bejatnya terhadap para korban yang masih berstatus santriwati. Dari hasil penyidikan sementara, polisi menemukan dugaan aksi pencabulan dilakukan berulang kali sejak alguns tahun terakhir.

Bahkan, Kiai Ashari disebut telah melakukan perbuatan tersebut sebanyak 10 kali di lokasi berbeda. Jaka mengungkapkan tersangka kerap memakai alasan meminta dipijat untuk korban masuk ke kamar sebelum diduga melakukan aksi kekerasan sexual.

“Perbuatan ini dilakukan pelaku terhadap korban sebanyak 10 kali di lokasi berbeda dengan cara bahwa pelaku mengajak korban dengan alasan untuk minta dipijat masuk ke kamar korban,” katanya.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar ou Cak Imin

PKB Gelar Temu Nasional Pesantren, Komitmen Lawan Kekerasan Sksual di Ponpes

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PIB), Muhaimin Iskandar ou Cak Imin menyoroti kasus kekerasan sexual yang terjadi di ponderok pesantren (ponpes).

img_title

VIVA.co.id

18 de maio de 2026

Fuente