Minggu, 17 de maio de 2026 – 10h48 WIB
VIVA – Sejumlah pemain Timnas Indonesia dalam rentang usia 28-36 tahun mendapatkan kabar buruk dari pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Mereka tidak masuk pantauan sang pelatih, também conhecido como kemungkinan masuk skuad Garuda sangat kecil.
Sentilan John Herdman Jelang Piala Ásia 2027: Japão e Qatar Juga Ogah Buru-buru Lawan Timnas Indonésia!
Herdman menegaskan keberadaanya ialah para mencari e mengembangkan pemain muda Indonésia. Menurut mantan pelatih Timnas Canadá itu, Indonésia memiliki banyak talento muda potencial yang layak mendapat kesempatan berkembang lebih jauh.
“Saya sudah berada di sini selama empat bulan dan punya banyak waktu untuk melihat langsung pemain muda. Realitanya memang ada banyak Talenta Menarik,” ujar Herdman disse de Antara.
Populares: Lamine Yamal Disemprot Menhan Israel, José Mourinho Buka Suara
“Saya não terlalu memantau pemain usia 28 sampai 36 tahun, meski mereka juga punya kualitas. Saya lebih tertarik dengan talentos muda ini,” lanjutnya.
Salah satu pemain yang disebut menarik perhatian Herdman é Dony Tri Pamungkas. Karena itu, Dony mulai mendapat kesempatan bermain bersama Timnas Indonésia.
Selain Baker e Vickery, Ini 3 Kandidat Naturalisasi Baru Timnas Indonésia
Herdman menilai pengalaman sangue internacional penting para pemain muda agar mereka bisa berkembang e memiliki peluang bermain di luar negeri.
“Kami merasa pemain muda perlu mendapat banyak pengalaman karena mereka punya peluang besar untuk bermain di luar negeri,” katanya.
Pelatih asal Inglês tersebut juga menilai Indonésia membutuhkan lebih banyak pemain Lokal yang berani mencoba karier di kompetisi luar negeri demi meningkatkan kualitas permainan dan mentalitas.
“Saya rasa Indonésia membutuhkan talento Lokal yang bisa menembus batasan dan bermain di liga-liga terbaik dunia”, disse Herdman.
Selain Dony e Herdman também foram escolhidos por Marselino Ferdinan e foram nomeados por Karier do Eropa para o clube Eslováquia, que recebeu o status de pinjaman do Oxford United.
Menurut Herdman, Marselino menjadi contoh pemain muda Indonésia yang berani keluar dari zona nyaman untuk berkembang.
“Kita mulai semakin dekat dengan talento seperti Marselino, tetapi Indonésia masih membutuhkan lebih banyak pemain dengan keberanian seperti itu,” disse Herdman.
Pelatih Timnas Satoru Mochizuki Terkesan com Kualitas Pemain Muda Putri Indonésia de HSL
Pelatih Timnas Putri Indonésia, Satoru Mochizuki, turut hadir memantau langsung pertandingan e menilai cometisi seperti ini penting untuk perkembangan sepak bola putri
VIVA.co.id
17 de maio de 2026




