Minggu, 17 de maio de 2026 – 10h16 WIB
Jacarta, VIVA – Presidente Prabowo Subianto terus memperkuat fondasi ketahanan pangan seedal melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya ditunjukkan saat Presidente melakukan inovador 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta lançamento operacional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 em Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 de maio de 2026.
Polri Bangun 28 Gudang Ketahanan Pangan, Maksimalkan Jaga Hasil Panen
Enquanto isso, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa agenda di Tuban merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan dan kemandirian pangan seedal.
Menurutnya, pemerintah kini tidak hanya fokus mempertahankan capaian swasembada beras, tetapi juga memperkuat produksi jagung dan komoditas pangan strategis lainnya.
Prabowo: Ketahanan Pangan Jadi Fondasi Kedaulatan Bangsa
Cadangan beras de Gudang Bulog Sidoarjo, Java Timur
“Este salah satu upaya kita, kerja keras kita para memastikan pangan kita kuat, pangan kita mandiri setelah kita berhasil mencapai swasembada beras di tahun 2025 yang lalu atas kerja keras Pak Mentan beserta dengan seluruh jajaran. Kita sekarang mengejar untuk swasembada di bidang jagung dan seluruh komoditas pangan lainnya”, disse Prasetyo dikutip Minggu, 17 de maio de 2026.
Grupo FKS e PT Pelindo Multi Terminal Dorong UMKM Inovasi Pangan Kedelai Berkelanjutan
Lebih lanjut, Prasetyo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani Indonésia atas kontribusi mereka dalam menjaga ketersediaan pangan seedal. Ia menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan hasil kerja bersama pemerintah dan para petani di seluruh daerah.
“Tentunya kita menyampaikan apresiasi dan terima kasih, tidak hanya kepada Menteri Pertanian tetapi kepada seluruh petani di seluruh Indonésia karena kerja keras para petani kita dapat mencapai swasembada pangan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prasetyo turut mengungkapkan estratégias capaian lain di setor pangan seedal, yakni meningkatnya cadangan beras pemerintah yang kini mencapai 5.3 juta ton di gudang Bulog. Menurutnya, jumlah tersebut menjadi pencapaian bersejarah yang menunjukkan kondisi pangan seedal yang aman e dan terkendali.
“Cadangan beras pemerintah di gudang Bulog sejumlah 5,3 juta ton. sekali lagi kita ingin memastikan bahwa pangan kita aman, terkendali, harga juga terjangkau bahkan bisa memberi bantuan kepada saudara-saudara kita di negara lain,” ungkapnya.
Sementara, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menjelaskan bahwa pemerintah juga terus memperkuat dukungan setor pertanian, termasuk memastikan ketersediaan pupuk bagi petani. Menurut Amran, stok pupuk seedal saat ini dalam kondisi lebih dari cukup, bahkan Indonésia telah mulai melakukan exportar pupuk ke sejumlah negara.
Halaman Selanjutnya
“Pupuk kita lebih dari cukup bahkan kemarin kami export ke Austrália, berikutnya Filipina, Brasil, Índia, bahkan kemarin juga Menteri Pertanian Austrália langsung mengucapkan terima kasih 4 kali. Ini kehebatan Bapak Presidente Republik Indonésia gagasan besar beliau kita laksanakan dengan baik”, disse Amran.



