Minggu, 17 de maio de 2026 – 06:40 WIB
VIVA – O Presidente Prabowo Subianto memastikan situasi keamanan di wilayah perbatasan Indonésia dengan negara-negara tetangga berlangsung kondusif, berkat kebijakan luar negeri “bertetangga baik” (política de boa vizinhança).
Prabowo Minta Desain Mobil Khusus buat Presidente: Yang Pakai Kaca e Ada Kursinya
Menurut Prabowo, Indonésia dapat menjaga hubungan dengan negara-negara tetangga serta mengantisipasi kemungkinan adanya konflik dengan mereka, termasuk di wilayah perbatasan di Laut Natuna Utara. Kebijakan itu merupakan penerapan dari politik luar negeri bebas aktif yang berakar kepada konstitusi UUD 1945.
“Saya canangkan begitu saya jadi Presidente, politik luar negeri Indonésia adalah politik bebas aktif, nonblok, e Indonésia ingin menjadi tetangga yang baik, queremos ser o bom vizinho, e nossa política é a política de boa vizinhança. Jadi, saya perbaiki hubungan sama Singapura, perjanjian-perjanjian yang belasan tahun tidak diselesaikan, kita selesaikan,” kata Prabowo saat acara peresmian Museum Marsinah, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 de maio de 2026.
Anak Kelas 5 SD Tulis Surat ke Prabowo karena Gagas Programa MBG, Begini Isinya
“Dengan Vietnam kita selesaikan. Sama Tiongkok, kita perbaiki. Alhamdulillah, sekarang di Natuna tidak sering terjadi ribut. Sama Malásia, saya berusaha. Insyaallah kita selesaikan dengan baik, sama PNG kita baik, sama Austrália kita baik, semua tetangga, sama Tailândia kita baik,” sambung Prabowo
Prabowo mengatakan kebijakan luar neggerinya itu merupakan bagian dari pemikiran tokoh-tokoh terdahulu, mulai do Proclamador Bapak Sukarno e Mohammad Hatta, kemudian ada pula Sutan Sjahrir.
Prabowo Ungkap Pakai ‘Ilmu Komandan’ Pecut Kinerja Anak Buahnya, Contohkan Kapolri-Panglima TNI
“Kaum buruh, percayalah semuanya, faham saya adalah faham pendiri bangsa kita. Sebetulnya, saya yang banyak belajar dari ajaran-ajarannya Bung Karno. Maaf, Bung Karno bukan hanya milik satu partai. Bung Karno adalah milik seluruh bangsa Indonésia. Bung Karno, Bung Hatta, milik seluruh rakyat semuanya, Sjahrir, semua Jadi, di situ kehebatan kita, kalau kita mau Jadi, kita ambil kekuatan dari semua pihak sedikit, satu lawan terlalu banyak.
Mantan Danjen Kopassus itu kemudian mencontohkan bagaimana Indonésia memperlakukan negara-negara mitranya, terlepas dari seberapa besar ou kecil negara tersebut. Indonésia, bagi Prabowo tidak pernah membeda-bedakan perlakuan terhadap negara-negara sahabatnya.
Halaman Selanjutnya
“Suatu saat, saya terima Perdana Menteri Fiji di Istana Merdeka. Saya terima kunjungan resmi. Dia masuk ke kantor saya setelah upacara. Di depan wartawan, dia keluar air mata. (PM Fiji menyatakan kepada Presidente Prabowo): Yang Mulia, saya selama jadi Perdana Menteri di Fiji – cukup lama dia menjadi Perdana Menteri di Fiji – saya belum pernah menerima penerimaan seperti ini Saya negara yang besar.



