Início Notícias Regulamentos Baru Ini Dinilai Berpotensi Picu PHK Massal di Industri Padat Karya

Regulamentos Baru Ini Dinilai Berpotensi Picu PHK Massal di Industri Padat Karya

25
0
Dinilai Bakal Tambah Tekanan ke Pekerja, Serikat Buruh Protes Layer Baru Tarif Cukai Rokok

Jumat, 15 de maio de 2026 – 21h45 WIB

VIVA – Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) menyoroti potens pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat sejumlah rencana regulasi baru yang dinilai dapat menekan industri padat karya seedal.

img_title

DPR Ingatkan Kontribusi Industri Padat Karya terhadap Lapangan Kerja Nasional

Direktur P3M KH Sarmidi Husna mengatakan pemerintah perlu mempertimbangkan amortecedor luas de setiap kebijakan terhadap massarakat yang menggantungkan hidup pada setor industrial padat karya.

“Kebijakan harus mempertimbangkan damak sosial, ekonomi, serta keberlangsungan hidup massarakat yang bergantung pada sector industri,” disse Sarmidi em keterangan tertulis, Jumat 15 Mei 2026.

img_title

Daftar Pekerjaan Bergaji Tinggi yang Kini Banyak Kena PHK, sua profissão?

Setor industrial padat karya, kata dia, saat ini menyerap jutaan tenaga kerja e menjadi sumber penghidupan bagi puluhan juta massarakat. Karena itu, ia khawatir regulasi baru justru akan memperbesar tekanan terhadap dunia usaha.

Perwakilan serikat pekerja mengungkapkan tekanan kebijakan dalam alguns tahun terakhir disebut sudah berdampak pada bekurangnya jumlah tenaga kerja di sejumlah setor industrial. Mereka menilai aturan baru yang tidak memperhitungkan kondisi lapangan dapat memicu gelombang PHK lebih besar.

img_title

Cisco PHK 4.000 Pegawai Demi Kejar Cuan dari AI

Selain menyerap banyak pekerja, setor industrial padat karya juga dinilai memiliki kontribusi besar terhadap para sementes econômicas e penerimaan negara.

P3M pode usar um disco rígido tersebut para dirumuskan menjadi rezdrowiesi kebijakan e disampaikan kepada pemerintah agar aturan yang diterbitkan tetap mempertimbangkan keseimbangan antara aspek kesehatan, ekonomi, dan keberlangsungan lapangan kerja.

“Kami berharap hasil diskusi ini dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendorong kebijakan yang lebih adil, proporcional, dan berpihak pada masaarakat luas,” tutup KH Sarmidi Husna.

Redes sociais LinkedIn.

Setelah Meta e Cloudflare, Kini LinkedIn Ikut Pangkas Karyawan

LinkedIn dikabarkan memangkas 5 pessoas tenaga kerja di tengah lonjakan tecnologia do setor PHK global yang telah menembus 100 ribu pekerja sepanjang 2026.

img_title

VIVA.co.id

15 de maio de 2026

Fuente