Início Notícias Viral Juri Lomba Cerdas Cermat di Kalbar Dinilai ‘Dzolimi’ Peserta, Dalih Artikulasi...

Viral Juri Lomba Cerdas Cermat di Kalbar Dinilai ‘Dzolimi’ Peserta, Dalih Artikulasi Jadi Sorotan

24
0
Viral Juri Lomba Cerdas Cermat di Kalbar Dinilai 'Dzolimi' Peserta, Dalih Artikulasi Jadi Sorotan

Senin, 11 de maio de 2026 – 15h19 WIB

VIVA – Viral de mídia social, babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat viral de mídia social e memicu perdebatan luas lantaran keputusan juri yang dianggap tidak adil hingga disebut “dzolimi” oleh internauta.

img_title

Viral Wanita Alami Rasisme di Bus TransJakarta Koridor 10 H

Cuplikan vídeo yang beredar memperlihatkan adanya perbedaan penilaian terhadap dua jawaban yang secara substansi dinilai sama. Dentro dele há um longo menu de reaksi keras dari kalangan pendidik, siswa, hingga massarakat yang menilai objektivitas dalam perlombaan pendidikan harus dijaga com serius.

No vídeo, o moderador membacakan pertanyaan terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang melibatkan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

img_title

Kasus Gus Elham Yahya Heboh di Medsos, Akademisi Ingatkan Dakwah Jangan Lupa Adab e Batasan!

Peserta dari Grup C kemudian menjawab:

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat com o memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah e diresmikan oleh Presiden.”

img_title

Minta Maaf ke Publik, Gus Elham Yahya Janji Perbaiki Diri: Semoga Allah Mengampuni

No entanto, jawaban itu justru mendapat nilai menos 5 dari dewan juri.

Ketika soal dilempar ke kelompok lain. O grupo B é membro do grupo com o mesmo valor do grupo C. Kali ini, juri justru membro nilai penuh 10 pontos.

Perbedaan keputusan tersebut langsung memicu protes dari peserta Grup C. Mereka merasa telah memberikan jawaban yang benar sesuai substansi pertanyaan.

Di sisi lain, pihak juri berdalih bahwa mereka tidak mendengar penyebutan kata “DPD” dari jawaban Grup C e dan menekankan bahwa artikulasi menjadi Faktor penting dalam penilaian.

Pernyataan tersebut justru memancing critik mais besar do público. Banyak internauta menilai alasan “artikulasi tidak jelas” terdengar janggal karena jawaban peserta dinilai cukup tegas dan dapat dipahami.

Sorotan juga mengarah pada respons moderator yang dianggap kurang bijak setelah menyebut keberatan peserta “mungkin hanya perasaan saja.” Kalimat itu dinilai meremehkan protes siswa yang sedang memperjuangkan haknya.

Não há guerra sedikit que menilai em competições competitivas, juri seharusnya memiliki mecanismo de avaliação antes de apabila terjadi keraguan dalam penilaian. Apalagi, jalannya lomba direkam e bisa diputar kembali para obter objetividades.

“Kalau memang ragu karena tidak terdengar, seharusnya rekamannya diputar ulang. Jangan sampai kerja keras siswa berbulan-bulan hancur karena kelalaian juri,” tulis salah satu internauta.

Halaman Selanjutnya

Komentar lain juga menyebut penggunaan alasan artikulasi justru terkesan menjadi pembenaran atas kemungkinan kesalahan pendengaran juri.

Halaman Selanjutnya

Fuente