Início Notícias Akal Bulus Kiai Ashari Kelabui Santriwati, Sengaja Gak Punya Kamar Tetap!

Akal Bulus Kiai Ashari Kelabui Santriwati, Sengaja Gak Punya Kamar Tetap!

16
0
Kiai Ashari Tak Kabur Sendiri, Polisi Tangkap Pria e Bantu Pelariannya

Minggu, 10 de maio de 2026 – 19h30 WIB

Pati, VIVA – Kasus dugaan pencabulan yang menyeret Kiai Ashari kembali memunculkan Fakta baru. Dalam pengakuan sejumlah korban e keluarga santri, terungkap berbagai cara yang diduga digunakan pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati itu untuk melancarkan aksinya terhadap para santriwati.

img_title

Melanie Subono Murka Kiai Cabul de Pati Ngaku Khilaf: Kalau Berkali-kali Namanya Niat!

Salah satu hal yang paling disorot adalah kebiasaan Ashari yang disebut sengaja tidak memiliki kamar tidur tetap di lingkungan pesantren. Ia dikabarkan kerap berpindah-pindah kamar sesuai keinginannya, sehingga memudahkan dirinya memanggil santrivati ​​​​para menemaninya pada malam hari. Role até tahu cerita lengkapnya, yuk!

Fakta tersebut diungkap do podcast milik Denny Sumargo melalui kesaksian Tari, salah satu korban sekaligus putri deri Pak Di, pria yang disebut ikut merintis pembagunan Pondok pesantren tersebut.

img_title

TERPOPULER: Ritual Menyimpang Kiai Ashari, Erin Sudah Banyak Diblacklist Yayasan ART?

“Kalau kamarnya Pak Kiai itu tidurnya ganti-ganti, enggak menetap. Dulu Pak Kiai itu enggak punya tempat tetap, enggak punya. Tidurnya ya sesuai keinginannya gitu,” jelas perempuan 20 tahun tersebut, dikutip Minggu 10 Mei 2026.

Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari

Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari

img_title

Ritual Korban Bongkar Menyimpang Kiai Ashari, Minta Santriwati Telan Sperma agar Diakui Nabi

Menurut keterangan keluarga korban, tersangka diduga memiliki pola tertentu dalam memilih santrivati ​​​​yang dipanggil untuk menemaninya. Salah satu modus yang digunakan é meminta dipiyat pada malam hari.

Pak Di mengaku mulai curiga setelah melihat tersangka sering mengganti santrivati ​​​​yang diminta memijat. Se a merasa não tiver coco com seu sangue, Ashari disebut mencari alasan agar perempuan tersebut diganti com yang lain.

“Ketika dianya, itu tidak cocok dengan yang satu, alasannya pijatannya kurang enak,” ungkap Pak Di menjelaskan álibi tersangka.

Tak hanya itu, Tari juga mengungkap bahwa tersangka diduga memilih korban berdasarkan penampilan fisik. Ia bahkan pernah mempertanyakan langsung alasan santrivati ​​​​tertentu tidak pernah dipanggil para menemani ou memijat sang kiai.

“Kenapa sih mbak ini, yang kurang… maaf ya, kurang cantik lah gitu, kok enggak pernah disuruh? Ya disuruh seperti saya gitu, memijat atau menemani tidur atau apa gitu. Terus jawabannya Pak Kiai, ‘ya orang itu sudah manut, udah enggak ada penyakit’,” tutur Tari menirukan ucapan pelaku.

Dalih penyembuhan espiritual juga disebut menjadi salah satu cara tersangka memengaruhi para santriwati. Mayoritas korban memilih diam karena takut dan merasa tertekan secara psikologis. Mereka disebut diancam bisa putus sanad ilmu jika menolak perintah sang kiai.

Halaman Selanjutnya

Meski demikian, Tari mengaku memiliki cara sendiri para menghindari hal-hal yang lebih buruk saat diminta menemani Ashari tidur. Ia memilih tetap terjaga dan berpura-pura tidur sepanjang malam.

Halaman Selanjutnya

Fuente