Sabtu, 9 de maio de 2026 – 07:42 WIB
Jacarta, VIVA – Polisi mengungkap facta baru dibalik insiden taksi Green SM yang tertemper KRL di perlintasan sebidang, wilayah Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin, 27 de abril de 2026 lalu.
Atualização Tragedi KRL Vs Argo Bromo: 12 Korban Masih Dirawat, 39 Orang Sudah Diperiksa
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menerangkan, taksi tersebut diketahui sudah mencapai 24.000 KM. Serviço Seharusnya sudah dilakukan ou perawatan por 15.000 KM.
“Kami juga menyampaikan bahwa terkait tentang informasi dari depot manager operational, ini taksi tersebut harusnya per 15,000 KM itu sudah harus masuk ke depot to melaksanakan Maintenance ataupun perawatan. Tapi sampai com 24,000 itu belum dilakukan Maintenance”, disse Budi, no Polda Metro. Jaya, dikutip Sabtu, 9 de maio de 2026.
Pengakuan Sopir Taksi Green SM Soal Kecelakaannya yang Picu Tabrakan KRL Vs KA Argo Bromo
Mesmo que Budi mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman mengenai mobil tersebut mati listrik di perlintasan sebidang apakah dikarenakan amortecedor dari belum dilakukan manutenção ou não.
“Nah, kita masih mendalami apakah akibat tadi pertanyaan tadi mati mobil listrik ini di perlintasan sebidang kereta api, apakah termasuk amortecedor dari belum dilakukan manutenção? Nah, ini masih kami lakukan pengkajian,” ungkap Budi.
Penumpang KA Argo Bromo Gugat PT KAI Rp 100 Miliar
Para diketahui, Polisi masih menyelidiki soal insiden taksi Green SM tertemper KRL di perlintasan sebidang yang diduga mejadi pemicu kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek wilayah Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin, 27 de abril de 2026 lalu. Fornecer informações sobre o aluguel de 30 minutos do tempo de espera KRL.
Menanggapi hal ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pohaknya masih melakukan pendalaman com memeriksa Kapusdal Daop 1 tentang bagaimana operational perkeretaapian di hari itu.
“Waktu 30 menit ini masih didalami oleh Puslabfor termasuk dari perkeretaapian. Tadi sudah kami sampaikan ada pemeriksaan kepada Kapusdal Daop 1 tentang bagaimana operasional perkeretaapian di hari itu,” kata Budi.
Budi menjelaskan, pendalaman yang dilakukan yakni runtutan peristiwa mulai dari awal kejadian sampai com terjadi insiden temper antara kereta api listrik com taksi online.
“Setelah itu ada kereta listrik yang mengantre karena terjadi kecelakaan, yang ditemper kembali oleh kereta Argo Bromo Anggrek. Nah, ini masih didalami,” ungkap Budi.
Halaman Selanjutnya
Selain itu, Budi menjelaskan, pendalaman yang dilakukan juga berkaitan comngan sistema peringatan dini ouau sistema de alerta precoce hingga registrador de voz.



