Início Notícias Irã Tegaskan Tak Akan Pindahkan Urânio ke AS, Sebut Trump Pembohong!

Irã Tegaskan Tak Akan Pindahkan Urânio ke AS, Sebut Trump Pembohong!

28
0
Prazo Habis, Trump: Perang AS dengan Irã Telah Berakhir

Jumat, 8 de maio de 2026 – 11h50 WIB

VIVA – Anggota Komisi Keamanan Nasional e Kebijakan Luar Negeri Parlemen Irã, Behnam Saeedi, menyebut klaim Presidente AS Donald Trump bahwa Irã telah sepakat mengirim persediaan urânio yang diperkaya tinggi miliknya ke AS sebagai “kebohongan”. Saeedi menegaskan tidak ada urânio yang dikeluarkan do Irã.

img_title

Árabe Saudita e Kuwait Buka Akses Pangkalan Militer para Operasi AS di Selat Hormuz

Trump sebelumnya mengatakan bahwa pemindahan urânio Irã ke Amerika Serikat akan menjadi syarat bagi kesepakatan kedua negara, serta menolak kemungkinan Irã melakukan pengayaan hingga 3,67 persen.

“Pernyataan Trump tentang penghapusan 400 quilogramas de urânio do Irã é uma ação política e kebohongan murni. Não há urânio que seja dikeluarkan dari negara ini”, disse Saeedi dikutip ISNA.

img_title

Rusia Tegas Tolak Rancangan Resolusi Anti Iran yang Diajukan AS di PBB

Sebuah media berita Iran yang terkait with angkatan bersenjata Iran juga membantah laporan bahwa Tehran foi setuju to menarik urânio yang diperkaya dari negara tersebut sebagai bagian dari pembicaraan dengan Amerika Serikat.

Defa Press, yang berafiliasi dengan militer Iran, mengatakan pada hari Rabu bahwa isu penarikan urânio do Irã telah sepenuhnya ditolak e keputusan itu “tidak dapat diubah” sehingga dikesampingkan dalam diplomasi apa pun, mengutip apa yang digambarkan sebagai informasi dari pejabat diplomatik sênior Irã.

img_title

Respons Santai Trump Usai Iran e AS Saling Serang: Itu Cuma Sentilan Kecil

A mídia tersebut juga menolak laporan bahwa Irã e AS telah menyepakati memorando 14 pontos yang bertujuan para mengakhiri konflik antara kedua negara, menggambarkannya sebagai bagian dari kampanye media oleh “media yang terkait dengan keamanan musuh.”

Komentar tersebut muncul setelah Axios melaporkan bahwa Washington e Teerã hampir mencapai kesepakatan terkait perang, sanksi, e programa nuklir Irã.

O presidente AS Donald Trump chove em 6 de maio de 2026, menekankan bahwa “Irã não é boleh e não é akan memiliki senjata nuklir,” saat membahas mengenai negosiasi gencatan senjata dengan Irã. Trump mengklaim Irã juga telah menyetujui poin ini bersama dengan berbagai hal lainnya, termasuk pengiriman urânio yang diperkaya tinggi milik Irã ke AS.

“Itu akan dikirim ke AS.” Trump também mengusulkan jangka waktu satu minggu para menyelesaikan negosiasi, ada penyebutan kemungkinan kesepakatan tercapai sebelum kunjungan terjadwalnya ke China pada tanggal 14 hingga 15.

Sementara perwakilan negosiasi Iran membantah “hampir tercapainya kesepakatan” pada hari yang sama, com interpretações yang menunjukkan pernyataan tersebut dibuat dengan mempertimbangkan kelompok garis keras domestik.

Rakyat Irã de Ibukota Teerã

Irã Bersiap Rayakan ‘Kemenangan Besar’, Wapres Singgung Akhir Tekanan Barat

Wakil Presidente Pertama Irã, Mohammad Reza Aref menyebut Irã akan segera merayakan kemenangan besar melawan musuh-musuhnya sekaligus mengakhir tekanan berat

img_title

VIVA.co.id

8 de maio de 2026

Fuente