Início Notícias Solar Nonsubsidi Tembus di Atas Rp 30.000 por litro, Bahlil Tegaskan Kenaikan...

Solar Nonsubsidi Tembus di Atas Rp 30.000 por litro, Bahlil Tegaskan Kenaikan Harga Hanya para Orang yang Mampu

24
0
Solar Nonsubsidi Tembus di Atas Rp 30.000 por litro, Bahlil Tegaskan Kenaikan Harga Hanya para Orang yang Mampu

Selasa, 5 de maio de 2026 – 17h29 WIB

Jacarta, VIVA – Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar não subsidiado hingga menembus di atas Rp30.000 por litro jadi perhatian massarakat khususnya yang pengguna kendaraan bermesin diesel.

img_title

Biaya Operational Mobil Diesel vs EV Selisihnya Bisa Rp20 Juta

A resposta foi dada, Menteri Energi e Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, kenaikan Harga BBM tidak menyentuk product subsidi seperti bensin, solar, and GLP tetap dijaga stabil di tengah tekanan harga energi global.

“Sekali lagi saya katakan bahwa para minyak subsidiar baik itu bensin, solar maupun LPG tidak akan ada kenaikan. Saya katakan tidak akan ada kenaikan. Namun para BBM yang sifatnya industri ou hanya para orang-orang yang mampu itu penyesuaiannya berdasarkan harga pasar dan sesuai dengan peraturan menteri ESDM tahun 2022 ya”, Kata Bahlil di Komplik Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, 5 de maio de 2026.

img_title

Masih Bebas Pajak e Gage, Segini Harga Mobil Listrik Baru di RI

Seperti diketahui, kenaikan harga justru terjadi pada BBM não subsidiado, khususnya solar yang jugabanyak digunakan setor industrial. Di sejumlah SPBU swasta, harganya bahkan menembus angka Rp30,000 por litro.

Em SPBU, a Vivo Energy Indonesia produz Diesel Primus com dibanderol Rp30,890 por litro. Sementara produk bensin Revvo 92 dipatok Rp12.390 por litro, berdasarkan pembaruan harga por 1 de maio de 2026.

img_title

Bahlil Bahas Skema Bagi Hasil Sektor Tambang e Harga Crude BBM com Prabowo

As vendas foram muito maiores do que o SPBU milik BP, enquanto o BP Ultimate Diesel custava Rp30,890 por litro, com BBM até BP 92 no nível Rp12,390 por litro.

Tak hanya swasta, penyesuaian harga juga dilakukan oleh Pertamina para produtos não subsidiados. Pertamax Turbo (RON 98) custa Rp19.900 por litro ou Rp19.400 por litro. Dexlite custa Rp26.000 por litro de Rp23.600, enquanto Pertamina Dex é inferior ao nível Rp27.900 por litro de Rp23.900.

Direktur Jenderal Minyak e Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaiman, menyebut lonjakan harga ini tidak lepas dari gayolak geopolitik global yang masih fluktuatif.

“Ya tentu kalau kita perhatikan kan kondisi geopolitik ini tidak stabil ya. Naik turun, naik turun, naik turun”, disse Laode.

Menurutnya, di tengah ketidakpastian tersebut, pemerintah saat ini lebih fokus menjaga ketersediaan pasokan energi dibanding mengendalikan harga. “Yang paling penting buat kita itu saat ini menjaga stok aja aman. Udah itu aja dulu, kita nggak usah pikirin dulu. Ini tapi stok aman aja udah, itu yang paling penting,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Laporan Abdul Gani Siregar/tvOnenews

Halaman Selanjutnya

Fuente