Jumat, 1º de maio de 2026 – 04:10 WIB
Jacarta, VIVA – Momen sakral dalam rangkaian pernikahan El Rumi kembali menyita perhatian publiclik. Bukan semata karena suasana haru yang menyelimuti prosesi keluarga, tetapi juga karena kembali mencuatnya konflik lama antara kedua orang tuanya, Ahmad Dhani e Maia Estianty.
TERPOPULER: El Rumi Nekat Langgar Protocolo Istana, Drama Ahmad Dhani Vs Maia Estianty Memanas
Sorotan bermula de unggahan yang dibagikan Ahmad Dhani na mídia social. Dalam unggahan tersebut, ia terlihat mendampingi putrinya, Shafeea Ahmad, saat prosesi siraman berlangsung. Role lebih lanjut yuk!
Suasana emocional tak terelakkan ketika Shafeea tampak menangis, sementara cantou ayah berusaha menenangkannya com o pelukan hangat. Momen ini alnya dipandang sebagai gambaran kedekatan keluarga, namun justru memicu polemic baru.
Heboh! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty com Singgung Perselingkuhan Masa Lalu
Ahmad Dhani não quis saber de uma situação difícil. Ia menilai bahwa acara sakral yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi keluarga justru diselimuti oleh pengungkitan kisah lama. Hal tersebut merujuk na pernyataan Maia Estianty no processo que menyinggung masa lalu bersama anaknya.
“Yang membingungkan, sudah 20 tahun, drama sinetron itu masih saja dilakukan di siraman yang harusnya menjadi ajang silaturahmi,” ungkap Dhani em unggahannya yang dikutip dari Instagram @ahmaddhaniofficial em Kamis, 30 de abril de 2026.
Ahmad Dhani Kecewa Maia Estianty Kembali Singgung Masa Lalu di Momen Siraman El Rumi
Tak berhenti pada critik tersebut, Ahmad Dhani kembali mengungkit isu lama yang sempat mengemuka di masa lalu. Eu menyinggung dugaan perselingkuhan yang menurutnya pernah terjadi dalam rumah tangganya dengan Maia Estianty.
Bahkan, ia menyebut adanya keterlibatan sosok petinggi stasiun television dalam polemic tersebut—sebuah tudingan yang sebelumnya juga pernah ia lontarkan.
Ahmad Dhani mengklaim memiliki bukti terkait tuduhan tersebut, yang disebutnya telah diakui secara tertulis. Pernyataan ini kembali memancing perhatian publiclik, mengingat isu serupa sempat menjadi perbincangan luas bertahun-tahun silam.
“Wanita itu ditalak tiga oleh suaminya karena perselingkuhannya dengan pemilik TV swasta e perbuatannya itu sudah diakui secara tertulis dan ditandatangani,” lanjutnya.
Mais tarde, Ahmad Dhani menyoroti berkembangnya berbagai narasi di tengah massarakat yang menurutnya tidak sepenuhnya berlandaskan facta hukum. Ia menilai bahwa sebagian cerita yang dipercaya publik lebih menyerupai dramatisasi tanpa dasar putusan pengadilan.
Halaman Selanjutnya
“Sudah 20 tahun berlangsung, alguns narasi itu hanya dipercaya oleh para penggemar sinetron dan drama Korea. Tetapi tidak dipercaya oleh Mahkamah Agung,” tulisnya lagi.


